In Five
In Five--Tomy/Pagaralampos
Hampir pasti Spurs menang di game keempat itu. Apalagi serangan Knicks baru saja gagal. Pemain Knicks masih banyak di lapangan Spurs.
BACA JUGA:Wamen Ossy Soroti Progres KSPEAN Papua Selatan, Perkuat Arah Pembangunan Nasional
Di saat di sekitar ring basket Knicks kosong, Fox dapat bola. Jalan menuju ring milik Knicks pun lapang. Fox melihat itu sebagai peluang sangat besar untuk cetak dua point.
Memang Spurs sudah menang satu angka tapi jiwa pejuang Fox mengatakan harus menang tiga angka. Kesempatan ada. Peluang sangat besar.
Maka Fox berlari kencang ke arah ring lawan. Ia pun langsung melakukan layup dengan sangat baik. Bola pasti akan masuk.
Tapi tidak!
Di saat bola sudah menempel di ring datanglah pemain belakang Knicks, Anunoby. Tinggi badannya yang 2,01 meter, jangkauan tangannya yang panjang, tiba-tiba bisa menepis bola yang sudah di bibir ring itu.
Spurs pun gagal menang tiga angka. Bahkan gagal menang sama sekali. Dalam hitungan detik yang tersisa Knicks berhasil menambah dua angka. Posisi pun terbalik menjadi 107-106 untuk Knicks.
New York pesta.
Piala Dunia sepak bola tidak penting lagi. Yang ditunggu adalah pertandingan kelima. Di New York pula. Kalau yang ke lima menang tidak perlu lagi ada pertandingan keenam dan ketujuh. Knicks juara ''in five''.
Kenapa cucu Pak Iskan bisa memperhitungkan faktor Fox yang membuat Knicks juara? Kelihatannya hanya semata ia punya sentimen pribadi: tahun lalu Fox meninggalkan Sacramento Kings, pindah ke Spurs.
Nama Anunoby pun jadi pahlawan di New York. Bagaimana Anunoby bisa lari secepat itu dan sempat menepis bola Fox yang sudah nyaris masuk.
Nama lengkapnya OG Anunoby. Ogugua Anunoby. Ia lahir di London. Pernah ikut tim NBA Toronto lalu pindah ke Knicks.