In Five
In Five--Tomy/Pagaralampos
In Five
Oleh: Dahlan Iskan
KORANPAGARALAMPOS.COM - Piala Dunia memang berlangsung di Amerika. Tapi berita olahraga terbesar di New York tentang basket. Itu karena Sabtu kemarin New York Knicks meraih gelar juara NBA dengan drama yang sangat besar.
Sudah 53 tahun Knicks tidak juara. Betapa lapar warga New York atas gelar kali ketiganya itu.
Putaran final tahun ini Knicks melawan San Antonio Spurs dari Texas. Juara lima kali.
BACA JUGA:Mengapa Honda Jazz RS Masih Jadi Pilihan Favorit? Ini Keunggulan yang Membuatnya Istimewa
Sistem pertandingan putaran finalnya bermain tujuh kali. Dua kali di kandang lawan, dua kali tuan rumah. Dua kali lagi di kandang lawan, dua kali lagi tuan rumah.
Karena itu gelar juara baru bisa dikunci kalau tim finalis sudah menang empat kali. Kalau skor masih 3-3 harus ada pertandingan ketujuh.
Pertandingan final pertama dan kedua dimainkan di Texas. Sebagai tamu, Knicks menang dua-duanya.
Di pertandingan ketiga dan keempat di New York. Di pertandingan ketiga Knicks kalah (3-1). Di pertandingan keempat Knicks yang menang (4-1). Secara dramatis pula.
BACA JUGA:Menteri Nusron Paparkan Rencana Kerja 2027 ke Komisi II DPR RI, Usulkan Pagu Rp10 Triliun
Sejak saat itu New York heboh: Knicks akan juara ''in five''. Di keluarga kami "pecah". Mayoritas pilih yang akan jadi juara Spurs. Hanya satu yang menebak Knicks dengan optimisme "in five". Ia memang lama di Amerika. Sering ke San Antonio dan New York. Tapi hatinya sebenarnya untuk Sacramento Kings.
"Knicks juara in five karena di Spurs ada Fox," katanya.
Fox-lah yang dianggap paling membawa sial bagi Spurs. Nama lengkapnya De'Aaron Fox. Saat itu pertandingan keempat tinggal 13 detik lagi. Posisi Spurs masih unggul 106-105.