Google Advertisement Below

Masuk Istana

Masuk Istana--Tomy/Pagaralampos

Istana Mini itu –begitu sebutan resminya– memang sangat mirip dengan Istana Merdeka Jakarta. Ups...orang Banda tidak akan rela dengan kalimat itu. Mereka bilang Istana Negara Jakarta lah yang mirip Istana Mini Banda.

BACA JUGA:H. Suharindi, Kembali Pimpin PPP Pagar Alam

Istana Mini dibangun sebagai pengganti istana lama yang hancur di tahun 1816. Berarti selemot-lemotnya proses pembangunan istana pengganti masih akan tetap lebih tua dari Istana Merdeka.

Halamannya pun mirip yang Jakarta. Meski tidak terpelihara tapi tidak rusak. Kalau di seberang Istana Merdeka ada lapangan monas, di depan Istana Mini ada taman lebih luas: taman pepohonan yang tersambung ke laut.

Kalau sama-sama berdiri di teras istana, pemandangan di depan Istana Mini lebih indah.

Tidak ada yang menggunakan Istana Mini ini. Kosong. Siapa saja bisa masuk istana. Kapan saja.

BACA JUGA: Indonesia Gold Market Update: Antam Gold Holds Firm at Rp 2.773 Million per Gram

Saya dua kali ke Istana Mini. Waktu pertama datang, di sore hari, saya sulit memotret: ada penduduk yang bakar sampah dengan asap tebal masuk halaman istana.

Besoknya, sebelum matahari terbit saya ke sana lagi: pasti tukang bakar sampahnya masih dibakar mimpi. Memotret menjelang matahari terbit adalah momen terbaik.

Doa saya: penduduk Banda tidak dilanda kemiskinan. Istana ini, meski tidak terpelihara tapi tidak diduduki bangunan liar.

Pun Benteng Banda. Tidak terawat tapi utuh. Menjelang magrib adalah waktu terbaik naik ke atas benteng. Indah sekali. Inilah lokasi tertinggi di pulau Banda Kecil. Dari atas benteng bisa melihat semua laut di sekeliling Banda.

Pulau Gunung Api bisa seperti di pelupuk mata.

BACA JUGA:Indonesia Plans to Increase BPJS Contributions in 2026, Here's Why!

Dibanding benteng mana pun di Indonesia, Benteng Banda adalah benteng terbaik yang masih ada. Utuh. Indah. Rasanya saya ingin tiap senja ke benteng ini: membaca buku atau menulis untuk Disway.

Sesekali di salah satu kamar lantai bawah benteng ini saya bisa menyanyi tanpa rasa malu: suara cempreng saya bisa berubah menjadi sedikit bulat oleh gema dinding-dinding tebal tuanya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan