Masuk Istana
Masuk Istana--Tomy/Pagaralampos
Masuk Istana
Oleh: Dahlan Iskan
KORANPAGARALAMPOS.COM - Rumah pembuangan Bung Hatta lebih terpelihara. Sedikit. Ada seorang wanita muda, berkerudung tua, menjadi penjaga rumah itu.
Dia juga pemandu wisata –meski banyak tidak tahu ketika ditanya detail peristiwa. Terlihat tidak ada sedikit pun minat pada sejarah rumah itu, apalagi untuk mendalaminya.
Wanita itu pegawai negeri. Pun suaminyi yang tugasnya juga di rumah Bung Hatta.
BACA JUGA:Pesona Wisata Alam Brebes Ini Dijamin Bikin Staycation Makin Seru dan Menyenangkan
Masih ada beberapa benda berharga sejarah di situ: meja kerja Bung Hatta, tempat tidur, mesin tik, dan bangku-bangku sekolah model zaman dulu: tempat duduknya menyatu dengan mejanya yang berlaci yang di permukaan meja ada cekungan untuk tempat pensil dan botol tinta.
Bung Hatta memang mengajar anak-anak Banda di kelas-kelas yang terletak di belakang rumahnya. Ada lima kelas berjajar di halaman belakang rumah itu. Lalu ada sumur tua yang bermulut lebar-bundar yang tidak pernah lagi dipakai.
Pun bekas bangunan dapurnya: kosong.
Saya ingat bekas rumah Zhou Enlai di kecamatan Huai An di pedalaman Tiongkok (Disway 14 Maret 2026:Zhou BK ). Benda-bendanya terawat. Yang hilang dibikinkan imitasinya.
BACA JUGA:Interior Mobil Listrik Masa Depan Ini Bikin Heboh, Desain Minimalis Tanpa Dashboard Jadi Sorotan
Yang terlihat mati dihidup-hidupkan. Pemandunya wanita muda setara dengan sarjana strata dua sejarah.
Tapi ini memang Banda. Yang kalau mau ke ibu kota kabupaten pun harus menyeberangi laut yang rawan gelombang.
Yang amat saya khawatirkan bukan hanya rumah-rumah pembuangan itu. Masih ada dua bangunan yang istimewa: Istana Mini dan Benteng Banda.