James Freddy Sundah
James Freddy Sundah--Tomy/Pagaralampos
Dua staf Lia ada di rumah itu saat James meninggal. Lia adalah pengacara imigrasi di New York. Saya pernah ke kantornya yang strategis. Juga pernah diajak ke pengadilan imigrasi di New York.
Hari itu juga jenazah James disemayamkan di rumah duka tidak jauh dari rumahnya. Di situ akan dilaksanakan doa dari berbagai agama: Katolik, Protestan, Islam, dan Buddha. James dikenal dekat dengan kelompok berbagai agama di New York.
Para pelayat diminta untuk tidak mengenakan pakaian hitam atau putih –yang biasa untuk melambangkan duka. Pelayat diminta untuk berpakaian warna merah, biru, ungu, oranye atau yang mengandung unsur warna itu. Pokoknya tidak hitam putih.
BACA JUGA:Misdar Hendri Resmi Pimpin SDN 52 Pagar Alam
James akan dimakamkan di St. John Cemetery –sekitar 20 menit dari rumah mereka. Ini adalah pemakaman yang istimewa. Dibuat tahun 1932. Banyak tokoh terkemuka dimakamkan di situ: Mario Cuomo dan beberapa wali kota New York.
Sebenarnya masih ada satu acara yang ingin kami lakukan bersama James dan Lia: Camino. Yakni perjalanan suci ke Katedral St. James di Santiago di Spanyol barat laut. Mestinya kami lakukan dua tahun lalu. Tertunda. Kini tidak mungkin lagi.
James Freddy Sundah sudah tiada. Tapi Lilin Lilin Kecil akan terus menyala.