James Freddy Sundah

James Freddy Sundah--Tomy/Pagaralampos

 James Freddy Sundah

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - "Jenazahnya dibawa ke Jakarta?"

"Tidak. Ia dimakamkan di New York. Senin lusa".

Anda sudah tahu: Musisi terkemuka Indonesia, James F, Sundah, meninggal di New York. Kemarin malam (WIB). Atau 7 Mei 2026 pukul 11.00 waktu setempat.

BACA JUGA:SUV Hybrid vs Plug-in Hybrid 2026: Mana yang Lebih Unggul? Cek Rekomendasi Model Terbaiknya di Sini

Berarti James hanya bertahan dua tahun sejak ditemukan kanker pada paru-parunya. Pengobatan terbaik sudah didapat.

Rumah sakit terbaik sudah merawatnya. Penanganan terbaik sudah dilakukan. James juga sudah berhenti merokok. Kemo sudah dijalani. Semula seperti membawa hasil, akhirnya diketahui: kanker sudah menjalar ke liver dan ke tulang.

Berarti sudah dua tahun lamanya Lia Sundah Suntoso merawat suaminyi. Sepenuh hati.

Awal saya tahu James sakit datang dari tangis istrinya. "Saya belum siap ditinggalkan James," ujar Lia saat itu sambil meraung-raung di telepon jarak jauh.

Hari itu Lia diberi tahu dokter: di paru James ada semacam kabut. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan kabut itu menjadi jelas: kanker. Stadium tiga.

BACA JUGA:Update Mei 2026: 5 SUV Hybrid Terbaik yang Cocok untuk Keluarga, Irit, Mewah, dan Bertenaga

Sejak itu Lia melakukan riset mengenai penyakit sang suami. Termasuk mencari tahu siapa dokter ahli di bidang itu. Di mana rumah sakit terbaik.

Biaya tidak jadi persoalan. Asuransi yang diikuti pasangan ini menanggung segalanya. Sebagai pemegang status permanent residence James dan Lia punya hak pengobatan sama dengan warga negara Amerika pada umumnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan