Google Advertisement Below

Afifah Shahnameh

Afifah Shahnameh--Tomy/Pagaralampos

"Kalau yang lengkap tebal sekali. Satu cerita satu buku," ujar Afifah. "Lebih 1000 halaman," katanyi.

Isi buku itu cerita tentang kepahlawanan Parsi. Yakni para pahlawan yang kehebatannya selalu berawal dari penderitaan, pengorbanan dan harapan. 

Misalnya ketika Shahnameh sampi pada kisah Rostam. Ia tokoh superheronya Persia.

BACA JUGA:Mitos atau Fakta: Apakah Memanaskan Motor di Pagi Hari Justru Bisa Merusak Komponen Mesin Modern?

Demikian juga di bab Arash. Kepahlawanannya sangat mengagumkan. Waktu itu ada tantangan negara kepada warganya: siapa yang bisa membuat panah dengan jangkauan sejauh mungkin.

Muncullah orang bernama Arash. Ia pergi ke gunung dengan jerih payah luar biasa. Di atas gunung itu ia konsentrasi menciptakan panah. Lalu ia siapkan diri sampai menjadi orang kuat. Panah ciptaannya berhasil bisa meluncur sampai negeri yang jauh.

Rasanya penciptaan rudal jarak jauh Iran terinspirasi dari Arash ini. 

Tahun lalu di Teheran dibangun patung baru: patungnya Arash. Itu untuk menandai kemampuan Iran dalam perang 12 hari melawan Israel. Di perang itu Iran mampu mengerahkan rudal dan drone jarak jauh –seperti tokoh Shahnameh: Arash.

BACA JUGA:Poco F7 Pro Menggebrak 2026: Flagship Killer Baru dengan Performa Gahar dan Fitur Premium!

Buku Shahnameh ditulis di tahun 1000. Penulisnya tokoh sastra di sana: Firdawsi. Bentuk tulisannya berupa puisi yang setiap kupletnya berisi dua baris. Shahnameh berisi 50.000 kuplet!

Waktu ke Iran sebenarnya Afifah sudah lulus S-1 ekonomi. Yakni di STIE Yogyakarta.  Lalu masuk S-1 lagi di sana. Sebelum itu dia mukim di Qom, kota suci untuk orang Syiah. Di Qom-lah dia melahirkan anak satu-satunya.

Begitu besar pengaruh literatur bagi pembentukan jiwa nasionalisme di Parsi. Termasuk dalam mengembalikan jati diri Parsi setelah dikuasai Arab dua abad lamanya. Jati diri bisa hilang. Tapi juga bisa diraih kembali. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google