Google Advertisement Below

Afifah Shahnameh

Afifah Shahnameh--Tomy/Pagaralampos

Setelah dinasti Abbasyiah mengalami kemunduran, di wilayah Parsi muncul kerajaan lokal: Samaniyah. Pusat pemerintahannya di Bukhara, yang sejak lama di bawah pengaruh Parsi –sekarang Bukhara masuk negara Uzbekistan.

Penulis hadis Nabi Muhammad yang paling terpercaya adalah orang dari Bukhara: Imam Bukhari.

BACA JUGA:Bocor! Infinix Note 50 X Siap Gebrak Pasar: Benarkah Bawa Teknologi Satelit dan Kamera Super Zoom di Harga !

Di zaman Samaniyah ini terjadilah proses re-Persiaisasi. Kembali ke jati diri Parsi. Tap tidak bisa sepenuhnya menghilangkan pengaruh Arab.

Sudah lebih dua abad Arab menguasai Parsi. Terutama dalam hal agama: tetap Islam. Dalam hal ini Syi'ah.

Afifah tidak hanya sampai S-2 di Iran. Dia lanjut sampai 10 tahun di sana. "Suami saya dapat pekerjaan di Teheran," ujar Afifah. "Jadi dosen mata kuliah politik Asia Tenggara," tambahnyi.

Selama 10 tahun itu Afifah dan suami keliling Iran. Sampai ke pelosok-pelosok. Sampai ke perbatasan dengan Azerbaijan dan Tajikistan. "Saya juga pernah tinggal di satu daerah yang Islamnya Sunni," kata Afifah.

BACA JUGA:Bocor! Infinix Note 50 X Siap Gebrak Pasar: Benarkah Bawa Teknologi Satelit dan Kamera Super Zoom di Harga !

Lalu ke daerah yang sukunya Kurdi. Pergi juga ke wilayah yang mayoritas bersuku Arab. 

Afifah menjadikan perjalanannya itu sebagai cerita. Dia terbitkan dalam bentuk buku. Temanya: keragaman di Iran. Dia berencana menerbitkan lagi cerita dari Iran sebagai buku kedua.

"Saat ini saya sedang mendalami Maulana Rumi. Sejak enam tahun lalu," katanyi. Dia juga akan menerbitkan buku tentang Rumi. Judulnya: Ngaji Rumi: Kitab Cinta dan Ayat-ayat Sufistik.

Afifah konsentrasi di penulisan. Dia juga sedang menerjemahkan buku Imam Al Ghazali yang belum pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Yakni: Nashihatul Muluk --nasehat untuk para raja.

BACA JUGA:Poco F7 Pro Menggebrak 2026: Flagship Killer Baru dengan Performa Gahar dan Fitur Premium!

Buku itu ditulis Al Ghazali dalam bahasa Parsi –bahasa ibu Imam Ghazali. Sebagai orang Parsi Ghazali selalu menulis buku dalam bahasa Arab. Hanya satu buku itu yang ditulis pakai bahasa Parsi.

Seberapa tebal buku Shanameh?

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google