Amang Amat

Amang Amat--Tomy/Pagaralampos

Amang Amat

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - "Nisa masuk rumah sakit," ujar wanita muda itu saat mencegat saya di pintu keluar.

"Sakit apa?" "Kan hati Nisa tinggal separo," jawabnyi.

Saat itu saya sedang di SMAK Kolase Santo Yusuf, Malang. Banyak juga wanita berjilbab hadir di SMA Katolik di akhir bulan puasa lalu. 

BACA JUGA:Kutil Membandel Hilang Tanpa Bekas Ini Tips Ampuh Mengatasi Kutil Terbaru 2026 yang Jarang Diketahui!

Di perjalanan saya buru-buru menelepon suami Nisa: Rochmat Sholekhudin. Sebenarnya saya tidak terpengaruh oleh keterangan wanita muda tadi.

Sakit Nisa pasti tidak ada hubungan dengan hatinyi yang tinggal separo –yang setengahnya sudah diberikan kepada sang suami: untuk transplantasi hati di Beijing enam bulan lalu. 

Benar saja: Nisa masuk rumah sakit karena kekurangan cairan di tubuhnyi. Ia sudah dua hari muntaber. Salah makan. Saat saya telepon sang suami, Nisa sudah keluar rumah sakit. Sudah sehat.

Kisah itu saya ceritakan kepada tamu-tamu saya kemarin: 21 orang. Ada Pak Achmad Mukri, mertua Nisa beserta istrinya. Ada anak-anak Nisa.

BACA JUGA:Habis Lebaran, Minat Suzuki Jimny Melejit! Segini Harga Terbarunya per Maret 2026 yang Bikin Kaget!

Untung soto Banjarnya masih banyak. Pun untuk rombongan 15 orang pesepeda yang mampir ke soto Banjar itu.

Maksud saya: agar keluarga tidak mudah mengaitkan sakitnya Nisa dengan pemberian separo hatinyi kepada suami. Terbukti tidak ada hubungannya sama sekali.

Dan lagi hati Nisa yang awalnya tinggal separo itu kini sudah utuh lagi seperti sedia kala. Secara medis, hati yang dipotong separo terus bertumbuh. Dalam tiga bulan sudah kembali utuh,

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan