Amang Amat
Amang Amat--Tomy/Pagaralampos
Tahun itu, menjelang berangkat haji, ia dipanggil atasan. Tidak boleh berangkat. Tidak lagi dapat cuti. Bikin tidak adil kepada yang lain.
Mukri langsung minta pensiun. Ditolak. Tidak semudah itu. Mukri tidak menyerah. Dasar pengusaha. Ia ke Jakarta. Ia urus sendiri pensiun dini ke Kementerian Agama.
BACA JUGA:Toyota Rush Baru 2026 Resmi Dirilis, Ini Daftar Harganya
Toh masa pengabdiannya sudah cukup. Tinggal enam tahun lagi pensiun.
Mukri masih ingat berapa meja yang harus ia datangi: 16 meja. Dalam dua hari selesai. Ia pun pulang ke Mojokerto –pamitan ke atasannya. Sang atasan kaget: Mukri benar-benar sudah membawa dokumen pensiun dini.
Tengah malam sebelum ke Jakarta, Mukri keluar rumah. Sendirian. Ke halaman. Di keheningan malam itu ia berdoa: semoga setelah pensiun dini nanti rezekinya lebih banyak.
Meski sudah lama pensiun, Mukri belum sepenuhnya pensiun dari kantor Kementerian Agama, Mojokerto. Ia masih diminta untuk tetap mengurus Koperasi Merah Putih yang sebenar-benarnya benar: tumbuh dari bawah.
BACA JUGA:Iritnya Kebangetan! Yamaha NMAX 2026 Tembus 40 KM per Liter, Skutik 155cc VVA yang Ramah Kantong
Dari sangat miskin. Menjadi Koperasi besar di tangan Mukri. Kini kekayaannya mencapai hampir Rp 50 miliar. Padahal anggotanya hanya 500 orang pegawai kantor itu.
Koperasi Mukri hanya kalah oleh koperasi satunya di Pasuruan. Tepatnya di Pandaan. Yakni koperasi wanita. Namanya: Koperasi Konco Wungu –diambil dari nama ratu Majapahit yang terkenal itu.
Tentu tidak mudah mendapatkan 80 ribu orang seperti Mukri untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih se-Indonesia.
Makanya Presiden Prabowo memutuskan pakai jalan lain: top down (lihat Disway 1 Maret 2026: Petir Agrinas).
BACA JUGA:Rahasia Ampuh Mengatasi Kudis yang Jarang Diketahui, Nomor 3 Sering Diabaikan!
Sebagai tamatan PGA, awalnya Mukri jadi guru miskin di Depag, Mojokerto. Untuk ke sekolah pun tidak punya sepeda. Padahal rumahnya 14 Km dari kota.
Maka Mukri "ngenger" tinggal di rumah kepala sekolah. Selain mengajar ia mengerjakan apa saja yang ditugaskan bapak asuhnya. Termasuk pekerjaan koperasi pegawai yang kala itu diurus sang kepsek.