Ziarah Ziarah
Ziarah Ziarah--Tomy/Pagaralampos
Ziarah Ziarah
Oleh: Dahlan Iskan
KORANPAGARALAMPOS.COM - Ziarah pertama saya di Kairo: ke makam Imam Syafi'i. Satu dari imam empat mazhab: Syafi'i, Maliki, Hambali, dan Hanafi.
Islam di Tiongkok mazhabnya Hanafi. Indonesia Syafi'i. Rasanya saya ikut Syafi'i campur Hanafi.
BACA JUGA:Honda NWF150 Resmi Rilis: Skutik Retro Premium Mesin 149cc eSP+, Lawan Tangguh Vespa!
Bangunan tinggi di sekitar makam Imam Syafi'i banyak dikosongkan. Sebagian sudah dihancurkan.
Itu menambah tebalnya debu yang harus masuk paru. Tapi itu juga memberi harapan: pembangunan ekonomi dan modernisasi terus berlangsung di Mesir.
Sementara ini suasananya masih seperti dulu: jalan tanah, debu tebal, kaki lima saling bersaing, pengemis berbaris, dan terik matahari kian ngeri.
Imam Syafi'i inilah yang membuat Islam sangat moderat. Selalu memberi jalan tengah untuk urusan keagamaan. Indonesia berada di jalur ini. Al Azhar University di jalur ini. Banyak mahasiswa yang pilih kuliah di Al Azhar karena ingin belajar sikap tengahnya itu.
Tapi yang mendampingi saya selama di Kairo adalah orang Indonesia dengan latar belakang keluarga pengikut Persis –Persatuan Islam.
Anda sudah tahu seperti apa Persis: tegas. Sesuatu yang tidak ada dalam Alquran dan Hadis tidak boleh dikerjakan. Titik. Tidak ada titik koma.
Termasuk ziarah ke kuburan: tidak boleh. Tidak diajarkan. Tahlil tidak boleh. Orang itu kalau sudah mati ya sudah. Mati. Sudah terputus dengan siapa pun kecuali tiga: ilmunya, amal sedekahnya, dan doa anaknya yang saleh.
Setelah kuliah di Al Azhar sikapnya melunak. Apalagi setelah ia punya bisnis travel: harus sering mengantarkan rombongan yang ingin ziarah ke kuburannya Imam Syafi'i.