Ziarah Ziarah
Ziarah Ziarah--Tomy/Pagaralampos
Ia alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Meneruskan S-2 di McGill University di Kanada. Lalu ambil gelar doktor di Belanda. Disertasinya tentang tarekat NahshabandiyahQadiriyah.
BACA JUGA:10 Ide Menu Sahur Sederhana yang Cepat, Lezat, dan Bikin Kuat Puasa Seharian di Ramadhan 2026
Sekarang ia jadi wakil mursyid aliran tarekat itu. Di Ciamis. Di Sirna Rasa. Menjadi wakilnya Abah Aos –keturunan Abah Anom Suryalaya. Namanya: Dr Budi Rahman Hakim. Dari Persis ke tarekat.
Sebenarnya saya merasa cukup ziarah ke satu makam saja: Imam Syafi'i. Tapi Fauzi-lah yang justru mengajak saya ziarah ke banyak makam lainnya.
Masih pula mampir ke makam satu lagi: makam anak kecil yang di usia tiga tahun sudah hafal Quran. Ia meninggal di umur empat tahun.
Ibu sang anak kini hidup di makam anaknyi itu. Tinggal di situ. Menjanda. Suaminyi juga dimakamkan di situ.
BACA JUGA:10 Ide Menu Sahur Sederhana yang Cepat, Lezat, dan Bikin Kuat Puasa Seharian di Ramadhan 2026
Makam anak kecil itu harus ditunggui karena banyak peziarah yang datang ke situ. Minta berkah. Sang ibu yang bisa memberi penjelasan lengkap.
Makam di Kairo umumnya memang dijaga. Keluarga yang meninggal membayar petugas jaga. Petugas itu tinggal di makam. Ada tempatnya. Makam di sana besar-besar. Satu makam seperti satu rumah.
Ternyata tidak hanya makam orang Tionghoa yang besar-besar. Pun orang Arab Mesir.
"Ada dua juta orang di Kairo yang pekerjaannya menjadi penunggu makam. Tidur di makam," ujar Kang Fauzi.
BACA JUGA:10 Ide Menu Sahur Sederhana yang Cepat, Lezat, dan Bikin Kuat Puasa Seharian di Ramadhan 2026
Akhirnya dari hanya ingin ziarah ke satu makam menjadi ziarah ke enam makam. Termasuk ke makam orang yang membiayai pembangunan makam Imam Syafi'i. Betapa kaya orang itu.
Mampu membangun makam Imam Syafi'i yang begitu megah dengan kubah yang tinggi. Ia seorang pengusaha besar di masa itu. Makamnya hampir bersebelahan dengan Imam Syafi'i.
Waktu saya ke makam itu, istri saya ternyata sudah di kampung halamannyi di Loa Kulu, Kaltim. Dia juga ke makam: makam ibu dan bapaknyi.