Jane Moses

Jane Moses--Tomy/Pagaralampos

Jane Moses

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Tidak akan ada Zohran Mamdani kalau tidak ada Robert Moses.

Anda sudah sangat kenal Moses –apalagi Anda: para wali kota, arsitek, dan mahasiswa jurusan perencanaan tata kota.

Meski Moses sudah lama meninggal (tahun 1981), gerakan anti-Moses terus hidup di New York. Berkembang. Zohran, wali kota baru New York, adalah generasi penerus gerakan anti-Moses.

BACA JUGA: Didakwa Terima Rp 809.59 Miliar

Awalnya Robert Moses bukan siapa-siapa kalau tidak direkrut oleh gubernur negara bagian New York, Al Smith. Ia ibarat Tri Rismaharini, yang ternyata hebat setelah direkrut wali kota Surabaya Bambang D.H. –lalu Bu Risma jadi wali kota yang merombak Surabaya.

Moses merombak New York. Dalam skala lebih besar. Sangat besar. Boleh dikata Moses-lah ‘bapak pembangunan kota New York’. Setidaknya ia dapat gelar ‘bapak infrastruktur kota New York’. 

Moses dikenang sampai sekarang. Diabadikan di buku. Di film. Di ingatan orang New York.

Baik dan buruknya. Senang dan bencinya. Hampir sama besarnya.

BACA JUGA:Awali Semester II, Siswa SD Madani Pagaralam Kembali Sekolah dengan Semangat dan Tahfidz

Moses Yahudi keturunan Jerman yang lahir di New Heaven --hanya dua blok dari kampus Yale University.

Moses awalnya juga kuliah di Yale. Saya lupa, ketika ke Yale tahun lalu tidak mencari rumah asal Moses. Maklum waktu itu Zohran masih belum siapa-siapa.

Moses adalah bulldozer New York. Gusur sana, gusur sini. Kampung-kampung lama pusat persewaan rumah ia gusur. Kawasan itu ia peruntukkan blok-blok pencakar langit.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan