Jane Moses

Jane Moses--Tomy/Pagaralampos

Moses mendapat gelar bapak infrastruktur New York, Zohran akan jadi bapak ''membangun tanpa menggusur''. Moses sudah meninggal, Zohran baru memulai bekerja.

BACA JUGA:Pempek Azkya, Kuliner Favorit Pagar Alam yang Gurih, Enak, dan Terjangkau

Si bapak infrastruktur belakangan dikenang juga sebagai ''bapak rasis lewat kebijakan infrastrukturnya''. Kelihatannya ia pro-pembangunan tapi hasilnya rasis: ras tertentu harus menyingkir ke pinggir; menjadi warga kelas tiga. Mereka inilah pemilih Zohran --umur 34 tahun jadi wali kota.

Saya jadi ingin ke New York lagi: untuk ke kawasan Greenpoint, di Brooklyn. Di situlah pusat perlawanan atas ideologi tata kota gaya Moses.

Kemarin Zohran ke situ. Disambut pelukan-pelukan hangat warga. Laki-perempuan. Umumnya kulit putih. Warga Greenpoint berjumlah sekitar 40.000 orang --mayoritas imigran asal Polandia.

BACA JUGA:Polres Pagaralam Tetap Siaga Amankan Wisata Gunung Dempo

Di sinilah dulu berbagai industri berdiri. Karena itu banyak bangunan bekas pabrik. Banyak keluarga buruh. Dari ini pula Anda bisa melihat pusat kota New York, Manhattan, seperti hutan gedung tinggi, di seberang sungai. Ideologi tata kota Jane berkembang dari sini --menentang ideologi pembangunan kota gaya Moses.

Apa pun, kenyataannya, ideologi tata kota gaya Moses banyak pengikutnya: pun di Jakarta.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan