Bagaimana Tembok Besar China Dibangun Selama 2.000 Tahun?
Bagaimana Tembok Besar China Dibangun Selama 2.000 Tahun?-net-kolase
BACA JUGA:5 Wisata Keluarga Paling Ideal Untuk Keluarga di Purworejo
Banyak dari mereka meninggal karena kondisi kerja yang buruk.
Setelah Dinasti Qin, pembangunan dan perbaikan tembok diteruskan oleh Dinasti Han, yang memperluas struktur ke wilayah barat guna melindungi Jalur Sutra.
Meski demikian, pada beberapa periode seperti masa Dinasti Tang dan Song, perhatian terhadap tembok sempat berkurang karena fokus pemerintah tertuju pada isu domestik dan diplomasi.
Konstruksi besar-besaran kembali terjadi di bawah Dinasti Ming, setelah bangsa Mongol berhasil diusir.
BACA JUGA:Fakta Mengejutkan! Kekaisaran Ottoman Pernah Kirim Bantuan ke Aceh
Selain memperkuat tembok yang sudah ada, mereka menambahkan bagian-bagian baru dengan arsitektur yang lebih tangguh.
Bagian tembok yang dibangun pada era ini merupakan bagian yang paling terkenal dan masih bertahan hingga kini.
Sayangnya, tak semua bagian tembok dapat bertahan.
Erosi alam, kurangnya perawatan, dan perusakan oleh manusia menyebabkan sepertiga tembok menghilang.
BACA JUGA:Wisata Ramah dan Aman Untuk Anak di Solo, Liburan Sambil Belajar
Menurut UNESCO, bagian awal yang dibuat dari tanah padat sangat rentan terhadap kerusakan dan bisa hilang seluruhnya dalam waktu dekat jika tidak dilestarikan.
Tembok Besar China kini bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga destinasi wisata dunia yang menarik jutaan pengunjung setiap tahun.
Ia berdiri sebagai saksi bisu kegigihan peradaban kuno yang menciptakan salah satu karya teknik terbesar sepanjang sejarah manusia.