Google Advertisement Below

Deru: Pemimpin Harus Punya Pengalaman, Kapasitas dan Mau Mendengar

Deru: Pemimpin Harus Punya Pengalaman, Kapasitas dan Mau Mendengar--ist

KORANPAGARALAMPOS.COM - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan bahwa kepemimpinan yang efektif tidak cukup hanya mengandalkan bakat atau potensi.

Seorang pemimpin, menurutnya, harus memiliki pengalaman yang memadai, kapasitas yang kuat, serta keterbukaan terhadap berbagai masukan dalam proses pengambilan keputusan.

Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat memberikan arahan secara virtual pada kegiatan Penjelasan Penilaian Sikap Perilaku dan Strategi Pengembangan Diri bagi Mentor Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVII yang berlangsung di Sumsel Command Center, Rabu (3/6/2026).

Dalam paparannya, Herman Deru menekankan bahwa pengalaman lapangan menjadi faktor penting dalam membentuk kualitas seorang pemimpin.

BACA JUGA:Gunung Dempo Siap Menjadi Destinasi Pendakian yang Lebih Aman dan Berkelas

Dengan pengalaman yang cukup, pemimpin akan lebih mampu memahami persoalan secara utuh dan mengambil keputusan yang tepat.

“Kepemimpinan itu membutuhkan pengalaman. Seorang pemimpin harus menguasai lapangan dan tidak boleh menganggap sepele apa pun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam sistem kepemimpinan terdapat hirarki yang mengharuskan pemimpin mampu membangun komunikasi dan menerima masukan dari berbagai pihak, terutama jajaran yang memahami persoalan teknis di bidangnya masing-masing.

Menurut Herman Deru, seorang pemimpin juga dituntut memiliki wawasan yang luas terhadap berbagai sektor.

BACA JUGA:Tekankan Percepaan Serapan Anggaran

Meski tidak harus menjadi ahli di semua bidang, pemimpin harus memahami persoalan secara menyeluruh agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.

“Kepemimpinan itu ada hirarkinya, sehingga kita membutuhkan banyak masukan dari berbagai pihak, terutama dari para pemimpin di bawah yang membidangi tugas tertentu,” katanya.

Herman Deru menambahkan, kualitas kepemimpinan lahir dari perpaduan antara potensi, kapasitas, dan pengalaman yang terus diasah dalam menjalankan tugas. “Menjadi pemimpin itu bukan hanya bibit, tetapi juga harus memiliki bobot,” tegasnya. 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google