Undangan Sirry
Undangan Sirry --Tomy/Pagaralampos
Dari daftar isian itu pihak sekolah langsung memasukkan Kemal sebagai siswa yang berhak mendapat MBG. Hanya saja tidak sepenuhnya gratis. Kemal harus tetap membayar. Murah sekali. Kemal sudah lupa nilainya karena ayahnya yang bayar.
BACA JUGA:AHY Pimpin Gerakan Ayo Muliakan Sungai
"Hanya beberapa sen dolar saja," ujar sang ayah yang juga lupa berapa sen tepatnya.
Antara siswa yang dapat makan gratis, bayar sebagian atau bayar penuh tidak terlihat bedanya. Semua siswa datang ke kantin tanpa tahu yang mana yang gratis.
Ketika membayar mereka hanya menunjukkan kartu pelajar. Kasir tidak perlu bertanya siswa itu di golongan mana. Kasir sudah tahu sendiri dari nomor kartunya.
Amerika yang kaya pun ternyata tidak menggratiskan MBG bagi semua siswa. Berarti MBG Indonesia lebih hebat –kalau tidak ada gejolak akibat korupsi di dalamnya.
BACA JUGA:Penerima Insentif Guru PAI Tahap II Berkurang, Kemenag Ungkap Penyebabnya
Di hari-hari libur panjang sekolah seperti sekarang ini MBG Indonesia juga libur. Tentu ini waktu yang baik untuk konsolidasi.
Ibarat orang yang sedang berlari tanpa henti selama hampir satu tahun kini sedang diberi waktu istirahat. Bisa tarik napas panjang. Bisa ikatkan tali sepatu yang longgar.
Dapur-dapur MBG sudah mendapat edaran: libur tiga minggu. Tidak perlu masak dan menyajikan makanan. Sungguh waktu yang baik untuk berbenah sambil tarif napas –bukan berbenah sambil lari.
Misalnya untuk menata ulang seluruh dapur: siapa yang benar-benar satu dapur melayani 3000 siswa, siapa pula yang satu dapur hanya melayani 2.500, 2000, 1.500 bahkan 1000 siswa.
BACA JUGA:Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
Jangan lagi banyak satu dapur yang hanya melayani 1.500 siswa padahal anggarannya 3.000 siswa.
Konsolidasi seperti ini sulit dilakukan kalau tidak ada libur panjang. Belum lagi penataan yang lain-lain. Misalnya bagaimana status dapur yang sudah ditunjuk oleh pimpinan lama tapi belum dapat izin untuk dioperasikan. Padahal investor sudah hampir selesai membangun dapurnya.
Surat edaran yang baru dari kepala BGN baru Nanik S. Deyang belum mengatur itu. Mereka harus diberi kepastian karena sudah telanjur investasi.