Kejiwaan Iran
Kejiwaan Iran --Tomy/Pagaralampos
Kejiwaan Iran
Oleh: Dahlan Iskan
KORANPAGARALAMPOS.COM - Presiden Trump tidak marah ketika ahli psikologi mengatakan kejiwaanya menurun drastis dalam dua minggu terakhir.
Jangan-jangan itu justru dianggap penting bagi Trump: kelak bisa dipakai alibi agar tidak bisa dituntut ke pengadilan. Orang yang kena gangguan jiwa tidak bisa diadili --hanya saja harus dibawa ke dokter ahli jiwa.
BACA JUGA:Review Jangka Panjang POCO X6 Pro: Performa Dimensity 8300 Ultra yang Menolak Tua!
Ancaman diseret ke pengadilan itu ada. Tuduhannya: sebagai penjahat perang. Yang mengadili: hakim Mahkamah Internasional. Kedudukannya di Den Haag, Belanda.
Anda sudah tahu siapa yang menyatakan Trump bisa dibawa ke Mahkamah Internasional: Jan Egeland, ketua komisi pengungsi Norwegia.
Alumnus Universitas Oslo di Norwegia dan Berkeley di California itu punya kompetensi tinggi untuk menilai itu. Usianya 68 tahun. Pernah jadi menteri di bidang itu di sana. Punya banyak jabatan internasional urusan pengungsi. Juga duduk di komisi hak-hak asasi manusia Eropa.
Tindakan Trump yang mana yang dianggap Egeland sebagai kejahatan perang?
BACA JUGA:Resmi Meluncur! realme GT 7 Pro Bawa Teknologi Kamera Periskop dan Layar 6500 Nits
Anda sudah tahu yang mana. Yang ini. Yang diucapkan Trump ini: "Seluruh peradaban Iran akan punah malam ini".
Trump memang banyak mengeluarkan kata-kata serem tiga hari lalu. Misalnya: Amerika akan melancarkan serangan terdahsyat yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Amerika mampu melakukan itu karena kemampuan militer dan persenjataanmya terhebat di dunia. Juga: "Hari ini adalah Hari Jembatan dan Hari Pembangkit Listrik".
Maksudnya: di hari itu serangan Amerika dan Israel akan difokuskan untuk menghancurkan seluruh jembatan dan pembangkit listrik di Iran. Dua infrastruktur itu akan dihancurkan dalam satu paket.