Iran Lebaran

Iran Lebaran--Tomy/Pagaralampos

Iran Lebaran

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Saya sudah berangkulan dengan senior Goenawan Mohamad.

Itu terjadi di bulan puasa mendekati lailatul qodar kemarin. 

Mungkinkah Amerika Serikat bermaafan dengan Iran? Mumpung Idulfitri –sangat baik untuk saling memaafkan? Dari pada terus berperang yang menyusahkan orang sedunia –termasuk Anda?

BACA JUGA:Tetap Patuhi Rambu Lalulintas

Sebenarnya kerukunan Amerika-Iran sangat mungkin. Pernah hampir saja terjadi. Belum lama. Menjelang Lebaran 2015. 

Anda masih ingat: kedua negara berunding. Sudah mencapai kata sepakat: Iran mau mengakhiri program nuklir, Amerika mau  mencabut sanksi ekonomi.

Tapi Anda sudah tahu: Amerika bukan burung merpati –yang menurut syair sebuah lagu tidak pernah ingkar janji.

Setahun setelah kesepakatan itu Donald Trump terpilih menjadi presiden Amerika. Trump membatalkan perjanjian itu. Konon hanya karena yang membuatnya adalah Presiden Barack Obama

BACA JUGA:Siap-Siap! Honda Square Segera Masuk Indonesia, Prediksi Harga Rp41 Jutaan, Worth It Gak?

Iran pun kembali mengaktifkan program nuklirnya. Jalan menuju restoran berubah arah menuju kuburan.

Jangan-jangan Anda lupa: apa sih penyebab utama sampai Iran begitu membenci Amerika? Bagaimana riwayat awal kebencian itu? Kok sampai puluhan tahun Iran konsisten menghujat Amerika sebagai "setan besar?" Konsisten pula meneriakkan yel-yel "Mampuslah Amerika?"

Mengapa Indonesia tidak membenci Amerika padahal punya riwayat yang sama: Amerika menjadi dalang penggulingan Bung Karno –dan di Iran menjadi dalang penggulingan pemerintahan Mirza Mohammad Mossadegh.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan