Iran Lebaran
Iran Lebaran--Tomy/Pagaralampos
BACA JUGA:Yamaha Zuma 2026: Skutik Petualang Bertampang Sangar yang Bikin Jalanan Rusak Terasa Mulus
Kejadian itu 12 tahun sebelum Bung Karno digulingkan. Itulah kali pertama Iran mulai membenci Amerika: 1953.
Perdana Menteri Mossadegh sangat nasionalis. Ia menjadi pujaan rakyat Iran –seperti Bung Karno jadi pujaan rakyat Indonesia. Ia juga berbau sosialis: melakukan land reform, sangat membela rakyat kecil, dan anti perusahaan asing.
Waktu itu Mossadegh mengambil alih perusahaan minyak Inggris: Anglo Asian Oil Company –yang kelak di tahun 1981 berubah menjadi British Petroleum.
BACA JUGA:Lupakan Antre BBM! Inilah 5 Motor Listrik Terbaik 2026 yang Murah dan Bisa Tempuh 130 Km
Perusahaan itu kali pertama menemukan minyak di Iran: 1914. Jelaslah BP ternyata kelahiran Iran.
Mossadegh menganggap sudah waktunya perusahaan asing itu dinasionalisasi. Sudah 40 tahun beroperasi. Memang izinnya masih sampai 20 tahun kemudian. Tapi Mossadegh punya alasan untuk mengakhirinya.
Begitu populernya Mossadegh waktu itu sampai Raja Iran Mohamad Reza Shah bertanya kepadanya: apakah raja harus meletakkan mahkota. Mossadegh menjawab: tidak.
BACA JUGA:Bingung Sahur? Ini 7 Ide Menu Praktis dan Lezat untuk Ramadhan
Tapi Mossadegh memang terus kian membatasi kekuasaan raja. Termasuk memotong anggaran keperluan pribadi sang raja. Mossadegh memang berpendidikan Eropa.
Ia tahu di sana raja masih dipertahankan tapi kekuasaannya sangat dibatasi. Ia sekolah di Paris, lalu meraih gelar doktor di Swiss.
Terjadilah konflik dengan raja. Mossadegh sampai pernah mengundurkan diri. Rakyat marah. Di Pemilu berikutnya Mossadegh menang lebih mutlak. Terpaksa raja melantiknya lagi jadi perdana menteri: 1951.
Dua tahun kemudian, Inggris dan Amerika sepakat menggulingkan Mossadegh. Lewat operasi intelijen. CIA merancang satu operasi yang perlu anggaran satu juta dolar –entah berapa nilainya sekarang. Dengan uang itu demo-demo digerakkan. Setelah terguling Mossadegh dijatuhi hukuman seumur hidup –lebih ringan dari tuntutan hukuman mati oleh jaksa: Mossadegh dianggap pengkhianat negara.
Dalam dokumen rahasia yang tiba waktunya dibuka jelaslah: Amerika-Inggris sepakat penggulingan Mossadegh dengan anggaran satu juta dolar.