Google Advertisement Below

Usaha Tapai Rumahan di Pagar Alam Kebanjiran Pesanan

Usaha Tapai Rumahan di Pagar Alam Kebanjiran Pesanan--Edo/Pagaralampos

KORANPAGARALAMPOS.COM - Bulan suci Ramadan membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha kuliner, termasuk produsen tapai rumahan di Kota Pagar Alam.

Permintaan yang meningkat tajam membuat para pengrajin harus bekerja ekstra untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus melonjak, terutama menjelang waktu berbuka puasa.

Salah satunya adalah usaha rumahan milik Mis, yang setiap hari sibuk mengolah ubi kayu menjadi tapai manis yang lezat.

Di bulan Ramadan ini, produksi tapai miliknya meningkat signifikan demi memenuhi tingginya permintaan dari pelanggan.

BACA JUGA:Bulan Ramadhan Sejuta Pesona

“Dalam sehari, kami bisa menghabiskan sekitar 25 kilogram ubi yang dimasak menggunakan empat kuali besar,” ujar Mis.

Proses pembuatan tapai sendiri membutuhkan ketelatenan.

Setelah ubi dimasak, bahan tersebut didiamkan selama kurang lebih dua hari dengan tambahan ragi hingga menghasilkan rasa manis khas yang digemari banyak orang. Setelah matang, tapai kemudian dikemas rapi sebelum dipasarkan.

Dengan harga yang terjangkau, yakni sekitar Rp15 ribu per bungkus, tapai buatan Mis menjadi salah satu takjil favorit masyarakat.

BACA JUGA:JAECOO J5 EV Lewat Jalur Alternatif, Ini Konsumsi Energi Selama Perjalanan

Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuat hidangan ini cocok dinikmati saat berbuka puasa.

“Alhamdulillah, permintaan di bulan puasa ini cukup tinggi.

Bahkan ada pembeli yang langsung memborong dalam jumlah banyak, tidak hanya dari Pagar Alam, tapi juga dari luar daerah seperti Lahat, Empat Lawang, hingga Tanjung Sakti,” tambahnya.

Tingginya minat masyarakat terhadap tapai menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat, khususnya saat Ramadan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google