Gerakan Sumsel Anti-Scam Diperkuat
ANTI SCAM: Gerakan Sumsel Anti-Scam sebagai langkah konkret memperkuat perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.--ist
KORANPAGARALAMPOS.COM - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menegaskan pentingnya kecepatan respons dalam menangani kasus penipuan digital.
Hal itu disampaikannya saat peluncuran Gerakan Sumsel Anti-Scam sebagai langkah konkret memperkuat perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.
Arifin menekankan, OJK tidak hanya berperan sebagai regulator dan pengawas, tetapi juga sebagai pelindung kepentingan masyarakat.
“Perlindungan konsumen adalah mandat utama kami. Melalui gerakan ini, kami ingin memastikan laporan masyarakat langsung ditindaklanjuti dan peluang pengembalian dana korban semakin besar,” ujarnya.
BACA JUGA:Bela Khamenei
Ia mengungkapkan, dalam salah satu kasus penipuan dengan nilai transaksi Rp785 juta, sekitar Rp541 juta berhasil diamankan berkat koordinasi cepat lintas lembaga. “Kecepatan menjadi faktor penentu. Jika laporan masuk lebih awal, dana bisa diblokir sebelum berpindah terlalu jauh,” jelasnya.
Secara nasional, laporan yang diterima Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencapai ratusan ribu setiap bulan.
Dari jumlah tersebut, ratusan ribu rekening telah diblokir dan dana ratusan miliar rupiah berhasil diamankan, dengan sebagian sudah dikembalikan kepada korban.
BACA JUGA:Berdalih Tidak Paham Tata Pemerintahan
Mewakili Kapolda Sumsel, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan menyatakan pendekatan penegakan hukum kini tidak lagi hanya berorientasi pada penindakan pelaku.
“Perkembangan teknologi membuat modus kejahatan semakin canggih. Karena itu, fokus kami tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga memastikan hak korban dapat dipulihkan,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pelaporan ketika menemukan transaksi mencurigakan. “Dana bisa berpindah dalam hitungan detik.
Jika terlambat melapor, proses pelacakan menjadi jauh lebih kompleks,” tegasnya.
BACA JUGA:Terpantau Stabil Namun Masih Aktif