Bela Khamenei
Bela Khamenei--Tomy/Pagaralampos
Bela Khamenei
Oleh: Dahlan Iskan
KORANPAGARALAMPOS.COM - Perlukah Presiden Indonesia mengucapkan duka cita atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei? Itulah yang sedang viral di medsos.
Utamanya setelah Megawati Soekarnoputri memublikasikan ucapan duka cita itu ke publik.
BACA JUGA:Tujuan IsAm
Bela sungkawa Mega begitu spesial: dua halaman. Isinya pun cukup emosional: menunjukkan solidaritas sebagai sesama anggota Nonblok, sesama negara Islam, dan sesama berjiwa nasionalistis.
Anda bisa membaca sendiri isinya: sampai menguraikan riwayat masa muda Ayatollah Khamenei yang ternyata mengagumi Bung Karno.
Mega juga menceritakan pengalamannyi saat sebagai Presiden RI ke-5: berkunjung ke kediaman Ayatullah Khamenei di Teheran. Terkesan dengan hangatnya penyambutan.
Lalu Mega mengundangnya ke Indonesia. Baik untuk menghadiri musyawarah besar alim ulama sedunia maupun ulang tahun KTT Asia Afrika.
Lalu ada yang bertanya di medsos: "apakah presiden Indonesia sudah mengucapkan duka cita?"
Saya juga belum pernah membaca ada ucapan duka cita itu. Mungkin karena saya tidak tahu --sedang di Shanghai. Yang sudah saya baca adalah dari perdana menteri Pakistan, Bangladesh, Irak, dan tetangga di utara Iran.
Termasuk Presiden Turkiye Thayib Erdogan. Lalu Presiden Rusia Vladimir Putin.
Negara-negara barat juga belum ada yang mengucapkan duka cita. Bukan belum, mungkin memang tidak mau.