Baju Bodo, Pesona Pakaian Adat Khas Sulawesi Selatan
Pakaian tradisional yang dikenal dengan nama Baju Bodo yang dirunkan daro generasi ke generasi--Net
KORANPAGARALAMPOS.COM - Sulawesi Selatan merupakan wilayah yang kaya akan budaya serta tradisi yang bervariasi.
Di Sulawesi Selatan, terdapat empat suku dengan beragam bahasa dan tradisi yang unik.
Pakaian tradisional yang dikenal dengan nama Baju Bodo dulunya digunakan pada acara-acara tertentu dengan cara yang diturunkan dari generasi ke generasi.
Aturan atau tata cara berpakaian di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan pada masa lalu diatur dalam sebuah kitab suci yang disebut Patuntung.
BACA JUGA:Mengenal Baju Adat Palembang: Pesona Emas Warisan Kerajaan Sriwijaya Yang Mempesona
Kitab ini menjadi pedoman dalam menjalankan nilai-nilai spiritual dan berasal dari warisan kepercayaan Animisme dan Dinamisme, yang memuat mantra untuk keperluan pengobatan, ritual mandi, dan pernikahan.
Baju Bodo sendiri terdiri dari blus yang berfungsi sebagai atasan dan sarung sebagai bawahan.
Bagian atas blus mencakup dua jenis, yakni baju bodo dan baju labbu.
Baju labbu memiliki bentuk mirip dengan baju bodo, namun lengan baju labbu lebih panjang (kata labbu dalam bahasa Makassar berarti panjang).
BACA JUGA:Pakai Baju Asal-asalan? Siap-Siap Kulit Diserang Jamur dan Virus!
Awalnya, baju bodo dibuat dari kain kasa berwarna merah atau hitam yang dilipat dua dan dijahit.
Panjangnya hampir menyentuh tanah, dua kali lipat dari panjang baju dengan lebar sekitar satu meter.
Agar bagian lengan terlihat mengembang, saat mengenakannya, lengan baju sedikit harus disingsingkan.
Sarung tidak diikat di pinggang, melainkan hanya dipegang dengan tangan kiri.