James Freddy Sundah

Sabtu 09 May 2026 - 13:47 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Rasanya hanya Mamdani pejabat Amerika yang sangat antusias menyambut Piala Dunia. Ia pernah nonton Piala Dunia saat event itu diselenggarakan di Afrika Selatan. Ia masih bisa menirukan lagu Waka Waka yang dipopulerkan Shakira di sana saat itu.

BACA JUGA:Honda Jazz 2026 Resmi Meluncur, Hatchback Sporty dengan Teknologi Hybrid dan Kabin Futuristik

Dengan meninggalnya James saya belum tahu apakah akan tetap ke Amerika. Saya tidak menyangka di negeri yang serbabisa tidak bisa menyembuhkan kankernya James.

Kian lama sikap Lia sendiri sudah semakin realistis: dia tahu kanker James sudah ke mana-mana. Maka Lia merawat James di rumah saja. Yakni di rumah mereka yang di Queen.

Mereka masih punya satu rumah lagi di bagian lain New York. Saya pernah diajak ke rumah itu.

Sehari sebelum meninggal James minta es krim. Lia membawanya ke depot es krim tidak jauh dari rumah. James dinaikkan kursi roda. Lia yang mendorong. Udara Mei masih sangat sejuk.

James memang sangat suka es krim. Utamanya jenis rum raisin dan cokelat. Lia memesannya satu gelas. Dimakan berdua. Itu agar James tidak terlalu banyak makan es krim.

BACA JUGA:Honda Jazz 2026 Resmi Meluncur, Hatchback Sporty dengan Teknologi Hybrid dan Kabin Futuristik

Besok paginya Lia masih memasakkan sarapan untuk James: jevity with egg whites –jevity ditambah putih telur.

Jevity adalah makanan bagi orang yang sakit berat dan sudah sulit makan. Makanan itu produk pabrik makanan bergizi dengan kandungan lengkap: kalori, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat.

Lia lantas menyuapi James dengan sabar –satu suapan diselingi satu jenis obat. Sangat pelan dan lama. Belum lagi selesai sarapan Lia harus ke kamar mandi.

Kembali dari kamar mandi Lia akan menyuapi James lagi. Tapi Lia melihat James menarik satu napas panjang...lalu lemas. Lia menjerit dan memanggil stafnya yang ada di rumah itu. James meninggal dunia. New York, 7 Mei 2026, pukul 11.28.

BACA JUGA:Gasoline Hits Record High in the US After Escalating US-Iran Conflict

Dua staf Lia ada di rumah itu saat James meninggal. Lia adalah pengacara imigrasi di New York. Saya pernah ke kantornya yang strategis. Juga pernah diajak ke pengadilan imigrasi di New York.

Hari itu juga jenazah James disemayamkan di rumah duka tidak jauh dari rumahnya. Di situ akan dilaksanakan doa dari berbagai agama: Katolik, Protestan, Islam, dan Buddha. James dikenal dekat dengan kelompok berbagai agama di New York.

Para pelayat diminta untuk tidak mengenakan pakaian hitam atau putih –yang biasa untuk melambangkan duka. Pelayat diminta untuk berpakaian warna merah, biru, ungu, oranye atau yang mengandung unsur warna itu. Pokoknya tidak hitam putih.

Kategori :

Terkait

Selasa 12 May 2026 - 14:26 WIB

Eulogy Lia

Senin 11 May 2026 - 12:35 WIB

Life Wife

Minggu 10 May 2026 - 18:11 WIB

Gunung Semeru Erupsi Lagi

Minggu 10 May 2026 - 17:05 WIB

Krisis Bukan