Google Advertisement Below

Kompak Menolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Kompak Menolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto--net

KORANPAGARALAMPOS.COM - Pengurus Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Usman Hamid menyatakan penolakannya atas rencana pemerintah memberikan gelar pahlawan kepada Presiden kedua RI Soeharto. 

Usman menilai seseorang dengan catatan kelam masa lalu, seperti di perkara korupsi dan HAM, tidak layak ditetapkan sebagai pahlawan.

“Jadi, kalau dia meninggal dunia dalam keadaan melakukan kejahatan atau dengan status tersangka atau terdakwa, entah itu kejahatan pelanggaran hak asasi manusia, kejahatan lingkungan, atau korupsi, sulit diletakkan sebagai pahlawan,” ujar Usman dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip Jumat (7/11).

BACA JUGA:Doroang Transformasi Teknologi Menuju Swasembada Pangan

Pegiat HAM itu menyebut Soeharto sampai akhir hayatnya masih dalam proses peradilan dan dicap sebagai pemimpin buruk. 

“Soeharto meninggal dunia ketika dia setengah diadili oleh pengadilan karena kasus korupsi, bahkan di Asia Tenggara, dia dianggap sebagai pemimpin paling buruk di dunia,” ujarnya.

Diketahui, Soeharto bersama Presiden keempat RI Abdurahman Wahid atau Gus Dur dan aktivis buruh Marsinah diusulkan menjadi pahlawan nasional.

BACA JUGA:Wadah Kolaborasi Mengoptimalkan Potensi PAD

Usman merasa heran Soeharto dengan kasus masa lalu kelam bisa masuk sebagai kandidat pahlawan bersama Gus Dur dan Marsinah.

“Bagaimana bisa Soeharto disandingkan dengan Gus Dur, Soeharto disandingkan dengan Marsinah,” imbuh Usman. 

 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google