Google Advertisement Below

Kemendikdasmen Percepat Validasi Data Anak Tidak Sekolah

Target Rampung 31 Agustus 2026, Kemendikdasmen Percepat Validasi Data Anak Tidak Sekolah--net

KORANPAGARALAMPOS.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui validasi dan pemutakhiran data secara terpadu.

Langkah ini dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah, satuan pendidikan nonformal, hingga berbagai mitra strategis agar setiap anak yang belum mengenyam pendidikan dapat segera terjangkau.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam penutupan Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Tahun 2026.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menekankan bahwa penguatan tata kelola, peningkatan kualitas pembelajaran, serta kapasitas satuan pendidikan nonformal menjadi bagian penting dari pembangunan pendidikan nasional.

Menurut Fajar, pendidikan nonformal memiliki posisi yang setara dengan pendidikan formal dalam membangun ekosistem pendidikan nasional.

BACA JUGA:Satpam MBG

Ia menilai proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat dilakukan di lingkungan keluarga, masyarakat, komunitas, maupun lembaga pendidikan nonformal.

"Pemerintah terus berupaya menempatkan pendidikan nonformal sebagai bagian yang setara dalam ekosistem pendidikan nasional," ujar Fajar saat kegiatan di Cimahi.

Selain itu, Wamendikdasmen juga menyoroti pentingnya akurasi data satuan pendidikan. Data yang valid dinilai menjadi fondasi utama dalam penyaluran berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan operasional hingga penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.

Ia juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar terus meningkatkan kapasitas kelembagaan, mutu layanan pembelajaran, dan kompetensi tenaga pendidik.

BACA JUGA:Resmi Ditahan, FA Tak Pakai Rompi Tahanan & Borgol

Langkah tersebut dinilai penting agar pendidikan nonformal mampu menjawab tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di masa depan.

"Tujuan besar pembangunan pendidikan nasional adalah membangun masyarakat pembelajar, yaitu masyarakat yang terus belajar sepanjang hayat tanpa dibatasi usia maupun jalur pendidikan," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI), I Gusti Made Ardana, menjelaskan bahwa fokus utama program ini adalah memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan nonformal.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google