H. Sahudin Bin H. Bahtiar Berpulang
PEMAKAMAN: Suasana duka mengiringi pemakaman jenazah Almarhum H Sahudin Bin H Bahtiar ayahanda Wali Kota Pagar Alam H Ludi Oliansyah. --ist
KORANPAGARALAMPOS.COM - Kabar duka menyelimuti masyarakat Kota Pagar Alam.
Ayahanda Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah, H Sahudin Bin H Bahtiar, meninggal dunia pada Selasa (30/6) sekitar pukul 05.30 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah Kota Pagar Alam.
Jenazah almarhum kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga di kawasan Air Payang, Kecamatan Pagar Alam Selatan. Prosesi pelepasan jenazah berlangsung di rumah duka Jalan Air Perikan, Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagar Alam Selatan, dengan dihadiri keluarga besar, kerabat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pagar Alam.
Dalam suasana penuh haru, Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah menyampaikan riwayat singkat perjalanan hidup sang ayahanda.
BACA JUGA: Harapan Baru Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat
Almarhum H Sahudin Bin H Bahtiar diketahui lahir di Tanjung Sakti, kemudian menetap di Kota Pagar Alam, tepatnya di Dusun Pagar Agung, sebelum akhirnya tinggal di kawasan Air Perikan.
“Almarhum meninggalkan satu orang istri, lima orang anak, dan sembilan orang cucu. Almarhum memang sudah lama sakit diabetes, namun kondisi yang cukup berat dialami sekitar setengah tahun terakhir,” ujar Kak Ludi.
Kak Ludi, sapaan akrab Wali Kota Pagar Alam, menyampaikan berbagai upaya pengobatan telah dilakukan untuk kesembuhan ayahandanya. Mulai dari menjalani perawatan di Penang, Malaysia, Rumah Sakit Umum Palembang, hingga mendapatkan perawatan intensif di RSUD Besemah Kota Pagar Alam.
“Terimakasih banyak, terkhusus kepada RSUD Besemah yang telah banyak membantu. Dokter-dokter dan perawat sudah meluangkan waktu merawat almarhum sampai hari terakhir,” ungkapnya.
BACA JUGA:Dokter Icha
Ia juga mengenang pesan terakhir sang ayah yang masih membekas dalam ingatannya. Sebelum berpulang, dirinya sempat berbincang empat mata dengan almarhum terkait tugasnya sebagai kepala daerah.
“Bapak berpesan, ‘Kabah (kamu) pergilah, karena kabah memimpin masyarakat banyak. Kalau Bapak insyaallah sehat.’ Kami pergi saat beliau masih dalam keadaan sehat dan semangat,” kenang Kak Ludi dengan suara haru.
Kak Ludi mengungkapkan, dirinya sempat memiliki firasat bahwa sang ayah tidak akan lama lagi bersama keluarga. Karena itu, ia membatalkan tiket perjalanan agar tetap bisa berada dekat dengan almarhum.