Dokter Icha
Dokter Icha--Tomy/Pagaralampos
Dokter Icha
Oleh: Dahlan Iskan
KORANPAGARALAMPOS.COM - Panorama di perjalanan saya ke Buffalo ini sebenarnya indah sekali. Tapi lima berita duka masuk ke HP saya: dokter Icha gantung diri setelah ditekan dua anggota DPRD di NTT.
Bu Muslimah, si guru legendaris di film Laskar Pelangi, meninggal di Belitung.
Lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih meninggal saat latihan militer.
BACA JUGA:Harga Emas Hari Ini Turun Tajam, Ini Dia Daftar Harga Terbaru 30 Juni 2026!
Tetangga sebelah rumah lama saya meninggal sebulan setelah saya bergurau kepadanya bahwa ia nanti akan langsung masuk surga –karena sudah terlalu lama di neraka: Prof Anton Prijatno SH. Ia ketua Yayasan Universitas Surabaya (Ubaya) yang juga mantan rektor di kampus itu.
Istilah sudah lama di neraka muncul karena ia tetap jadi kader Golkar yang sangat loyal, di bawah ketuanya yang militer dan sangat keras kepadanya: Kol Purn (Alm) Moh Said.
Sejarah Ubaya mirip Trisakti di Jakarta: ganti nama dan ganti pemilik sebagai korban Orde Baru: dihubung-hubungkan dengan satu aliran Tionghoa di masa Orde Lama.
Maka sedih dan senang melintas di pikiran saya di sepanjang perjalanan Connecticut-Buffalo. Padahal di kiri jalan ini ada sungai Susquehanna yang panjangnya lebih 700 km. Meliuk indah.
BACA JUGA:Mitsubishi Pajero Sport vs Toyota Fortuner, Mana SUV Ladder Frame Terbaik untuk Anda?
Airnya jernih. Itu mengingatkan saya di keindahan perjalanan di Clear Water antara negara bagian Washington dengan Idaho.
Sambil mengemudi mata selalu tergoda melirik ke kiri. Saya pikir air sungai ini akan terus sampai di Niagara, lalu terjun indah menghibur jutaan turis di sana. Buffalo sudah sangat dekat dengan Niagara. Tidak sampai setengah jam.
Ternyata tidak. Meski arah air ini ke jurusan Niagara, di depan sana nanti ia berbelok arah. Saya harus berpisah dengan sungai itu satu jam lagi.