Tidak Mati
Tidak Mati--Tomy/Pagaralampos
Juklak kedua: untuk menu ayam, ayamnya dipotong berapa. Di dekat podium presiden ada sajian dua piring ayam goreng yang dipotong-potong. Di piring yang kanan satu ayam dipotong 14.
BACA JUGA:Bikin Ketar-Ketir Suzuki XL7 Terbaru 2026 Resmi Mengaspal Dengan Sentuhan Premium!
Di piring kiri satu ayam dipotong 8. Presiden minta agar kamera media menampilkan potongan ayam itu dari atas, agar jelas. Lalu emak-emak dari dapur MBG diminta naik panggung.
Mereka berebut ke podium, menyaksikan potongan ayam itu dari dekat. Presiden pun mengajak emak-emak itu untuk membicarakan potongan itu.
Akhirnya satu "kesepakatan" diambil: dipotong 14 terlalu kecil, dipotong delapan terlalu besar. Maka sebaiknya satu ayam dipotong antara 10 sampai 12 potong tergantung besar-kecil ayamnya.
Ayam yang dijual di pasar selama ini beratnya antara 1 sampai 1,2 kg (setara dengan ayam hidup antara 1,2 kg sampai 1,5 kg).
Di panggung itu presiden seperti seorang penyuluh dapur MBG. Yang hadir pun terlihat antusias. Kepentingan dapur MBG adalah agar anggaran satu porsi yang ditentukan pemerintah jangan banyak berkurang di proses pengurusannya.
Menurut ilmu gizi, untuk anak SD, kebutuhan proteinnya sekitar 35-50 gram sehari. Berarti satu ayam dipotong 10 sampai 12 masih cukup. Asal, ada tambahan protein dari telur, tempe atau tahu. Dan susu.
Rasanya enam bulan ke depan fokus pimpinan baru BGN ke soal telur yang jangan didadar dan ayam yang jangan jadi 14 potong. Tapi tahun depan harus lebih maju lagi: bagaimana MBG menjadi pendorong bergeraknya ekonomi di desa. Agar biaya yang besar dari APBN itu tidak habis begitu saja.
Memang sampai sekarang belum ada juklaknya: siapa penanggung jawab pengaitan MBG dengan perputaran ekonomi di desa. Kalau itu diserahkan ke BGN terlalu jauh.
Kalau diserahkan ke menteri pertanian terlalu detail. Diserahkan ke bupati setempat? Apakah ada bupati yang mau berpikir teknokratis dan manajerial seperti itu?
Sebenarnya ideal sekali ada koordinasi di satu kabupaten: berapa telur dan ayam dibutuhkan oleh seluruh dapur MBG di satu kabupaten itu. Lalu perlu sayur apa saja dan berapa banyak.
Apakah sudah ada peternak telur dan daging ayam di kabupaten itu. Bagaimana pula mengatur distribusinya. Ini pekerjaan mulia tapi njelimet. Pasti bisa. Asal mau.