Tidak Mati
Tidak Mati--Tomy/Pagaralampos
Tidak Mati
Oleh: Dahlan Iskan
KORANPAGARALAMPOS.COM - MODEL komunikasi Presiden Prabowo terlihat baru: sehari setelah mencopot Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, sebuah acara besar diadakan di gedung pertemuan besar dan mewah di Sentul.
Yang dihadirkan para pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Gedung berkapasitas 10.000 orang itu penuh sesak: mereka adalah penggerak dan pelaksana dapur MBG.
BACA JUGA:KPK Geledah Rumah Eks Wamen Imipas
Jelaslah bahwa MBG tidak akan dibatalkan. Masyarakat pun kelihatannya terpuaskan oleh pemecatan dan penangkapan kepala BGN beserta dua wakilnya. Banyak yang usul diberikan hukuman tambahan kepada mereka: kepala mereka dipukuli dengan panci dan wajan.
Presiden Prabowo Subianto menunjuk potongan ayam di depan emak-emak pengelola SPPG di acara Konsolidasi Nasional Program Makan Bergizi Gratis di Sentul, Bogor.-Tim Media Kepresidenan-
Bahwa biayanya sangat besar, Presiden Prabowo sedang berusaha cari uang: menyatukan ekspor batu bara dan sawit lewat satu pintunya Danantara Sumberdaya Indonesia.
Bagi rakyat, yang penting, kelihatannya, jangan jadikan uang besar itu sebagai barang jarahan para pimpinan BGN/MBG. Soal uangnya dari mana bukan tugas rakyat untuk memikirkannya.
Satu per satu mulai ditemukan cara kontrol sederhana atas mutu MBG. Setidaknya sudah dua jenis makanan yang ditemukan cara kontrolnya: telur dan ayam.
Telur tidak boleh didadar. Harus direbus. "Kalau didadar bisa dicampuri macam-macam," ujar presiden di acara di Sentul itu. "Campuran tepungnya bisa lebih banyak," ujar presiden, yang disambut teriakan serentak dari sebagian besar yang hadir: "betuuuuuul....".
Telur itu juga tidak boleh dipotong dua atau tiga. Harus satu butir telur. "Kalau perlu difoto," ujar presiden. Maksudnya kalau di sajian menu ditemukan telur dadar dan telur yang tidak utuh bisa dilaporkan.