Krisis Bukan

Krisis Bukan--Tomy/Pagaralampos

Memang ada resuffle kabinet belum lama ini. Tapi jauh dari ”resuffle rasa krisis”. Kabinet juga tetap dipertahankan gemuk pertanda tidak ada urgensi melangsingkannya. MBG juga jalan terus. Koperasi Desa Merah Putih idem dito. Penghematan pun masih sebatas seruan.

Berarti pemerintah beranggapan keadaan baik-baik saja. Mungkin pemerintah justru ingin berkilah ke pihak yang menganggap sekarang ini sedang krisis: ekonomi justru tumbuh lebih tinggi: 5,61 persen.

Soal harga-harga yang dibilang naik? Pemerintah punya kilahnya: buktinya inflasi sangat rendah.

BACA JUGA:Masih Jadi Monster Performa! OnePlus 12 di Tahun 2026: Mengapa Flagship Ini Tetap Jadi Raja

Kan rupiah anjlok? Pun ada kilahnya: itu hanya siklikal (Lihat Disway 7 Mei 2026/Panda Dimsum). Bagaimana dengan merosotnya harga saham di bursa? Tetap ada kilahnya: itu demam jangka pendek saja karena lagi ada penyehatan di bursa saham.

Setelah itu harga akan naik lagi dan bursa saham sudah lebih sehat.

Kesimpulannya: jangan-jangan Anda memang sedang berbeda pendapat dengan para pimpinan di pemerintahan. Di sini bilang ada krisis, di sana bilang sebaliknya.

Itu ibarat rujak sentul: satu ngalor satu ngidul --satu pihak ke utara, pihak lainnya ke selatan.

Jangan-jangan RG tidak hanya pensiun dari ILT tapi juga dari semua mimbar kritis di luar Istana.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan