Krisis Bukan
Krisis Bukan--Tomy/Pagaralampos
Penglihatan Prabowo atas sampah bisa saya analogikan dengan kerisauan beliau pada atap seng. Sampai secara spontan Prabowo membuat program gentingisasi. RG tentu punya kegelisahan yang sama di bidang sampah.
Seorang pendaki gunung pasti punya doktrin yang kuat sebagai anti-sampah.
Bahwa RG telah lima tahun tampil di acara mingguan merupakan prestasi tersendiri. Apalagi itu bukan kerja yang menghasilkan uang.
Rasanya baru Mardani, anggota DPR yang punya forum zoom seperti itu.
Mardani orang Betawi. Anaknya sembilan orang. Kini Mardani jadi anggota DPR dari daerah pemilihan Jakarta timur. Ini masa jabatan keempat baginya di DPR --dua yang pertama sebagai pengganti antar waktu.
Posisinya di PKS sendiri sangat vital: ketua pemenangan pemilu DPP PKS.
BACA JUGA:POCO C81 Pro 2026: Mendisrupsi Pasar Entry-Level dengan Layar Imersif dan Teknologi AI
Bahwa forum yang diprakarsainya bernama Indonesia Leaders Talk itu karena Mardani sangat tertarik dengan masalah kepemimpinan.
"Sekolah yang beliau dirikan pun bernama Mardani Leadership School," ujar Haldi Panjaitan, orang kepercayaan Mardani. Haldi bertugas sebagai moderator di ILT, sejak forum itu lahir. Ia termasuk yang ikut merumuskannya.
Haldi orang Medan: alumnus SMAN 1 di sana. Lalu masuk ITB: elektro --arus lemah. Kini Haldi punya perusahaan konsultan IT. Menurut Haldi ILT menonjolkan pemikiran leadership yang pro pada logika, etika, dan akal sehat.
Saya lihat kadang etika itu tonjolkan sedemikian tinggi sampai saat membahas situasi krisis sekarang ini pun Mardani menyandarkan diri pada keteladanan Nabi Yusuf dan Nabi Muhammad.
Topik kepemimpinan dalam krisis itulah yang diberikan ke saya. Seolah Indonesia sudah dalam krisis sehingga pemimpinnya harus bagaimana.
BACA JUGA:iQOO Z10R Resmi Meluncur: HP Gaming 3 Jutaan dengan Baterai 6.500 mAh dan Skor AnTuTu 700 Ribu!
Saya sendiri melihat pemimpin kita sepertinya tidak percaya sekarang ini sedang krisis. Buktinya tidak ada langkah yang saya nilai bisa mencerminkan ”langkah krisis”.