Bandit Sosial

Bandit Sosial --Tomy/Pagaralampos

Bandit Sosial

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Saya ke Universitas Indonesia pagi ini –setelah kemarin sore ke Universitas Paramadina.

Di UI ada rekan wartawan meraih gelar doktor: disertasinya mengenai Kusni Kasdut.

Di Paramadina, yang tahun ini mulai membuka program doktor, ada diskusi tentang krisis dan manajemen krisis.

BACA JUGA:Update: Harga Motor Kawasaki Z e-1 Promo Mei Tahun 2026, Ini Spesifikasinya!

Fajar Kurniawan, wartawan itu, mencari saya sampai ke tempat senam dansa: minta saya jadi salah satu penguji dari luar universitas.

Pada awalnya saya menolak: saya tidak ahli di bidang ilmu yang jadi objek penelitian: ilmu sejarah. Tapi Fajar mengajukan alasan: Dekan Fakultas Ilmu Budaya Dr Untung Yuwono memutuskan nama saya yang disetujui.

Demikian juga promotor Fajar, Prof Dr R. Tuty Nur Mutia.

Alasan mereka: sayalah wartawan yang pernah mewawancarai Kusni Kasdut. Yakni saat tokoh itu tinggal di penjara Kalisosok Surabaya –menunggu hukuman matinya dilaksanakan.

Itu sudah lama sekali. Tahun 1979-an. Saya masih jadi wartawan junior di Majalah Tempo –untuk daerah liputan Jatim. Sebagai wartawan yang baru pindah dari Samarinda saya tidak tahu siapa Kusni Kasdut.

BACA JUGA:Tips Sehat: 5 Cara Meredakan Alergi Dingin Tanpa Ribet

Yusril Jalinus, koordinator liputan Tempo di Jakarta yang menugasi.

Saya begitu takut tidak berhasil masuk penjara. Apalagi harus menemui Kusni Kasdut yang dijaga ekstra ketat. Ia terkenal sebagai narapidana yang sering kabur dan lolos dari penjagaan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan