Google Advertisement Below

Cari Muka

Cari Muka--Tomy/Pagaralampos

Prof Johan Silas pun sama: masih segar bugar. Sejak dulu badannya langsing. Ceking. Tinggi. Berkaca mata. Dahinya lebar. Lima anaknya semua alumnus Eropa –empat di Prancis, satu alumnus Jerman. Kini dua anaknya tinggal di Prancis.

Ada saja jalan untuk kembali menjalin tali silaturahmi. Dalam hal saya dengan Prof Johan Silas jalannya lewat Islamabad. Lewat depan hotelnya Agha Khan. 

BACA JUGA:Harga Terbaru Honda Stylo 160 April 2026 Terungkap Skutik Retro Modern Ini Makin Menggoda, Segini Banderolnya!

Perundingan damai di hotel itu sendiri, menurut Wapres Amerika JD Vance tidak gagal total. Hanya gagal. Ada juga sisi berhasilnya. Keinginan Presiden Donald Trump, katanya, sudah tercapai: Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir lagi.

Keberhasilan versi Amerika itu sebaiknya kita akui: agar Trump senang. Lalu tidak main serang lagi.

Seharusnya Presiden Barack Obama yang mengalah: segera memuji Trump yang beranggapan sudah berhasil memenangkan perangnya dengan Iran. Agar Trump segera senang –dipuji oleh lawan utama politiknya.

Tentu kalau ukuran berhasil hanyalah "Iran sudah tidak akan mengembangkan senjata nuklir" itu sudah tercapai di zaman Presiden Obama. Iran sudah tanda tangan. Justru Trump yang membatalkan perjanjian itu.

Sayang Obama bukan orang Tionghoa yang punya prinsip ''berilah muka kepada orang yang senang cari muka''.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google