Cari Muka
Cari Muka--Tomy/Pagaralampos
Ayah Johan sendiri sebenarnya bermarga Liem. Sedang Omanya bermarga Sie. Kelak, di usia dewasanya Johan menggunakan marga Omanya. Jadilah Silas.
Bulan depan Prof Johan Silas genap 90 tahun. Sampai tahun lalu ia masih setir mobil sendiri, tapi tahun ini tidak lagi. "Dokter melarang papa setir mobil," ujar Ina.
BACA JUGA:Harga Toyota Voxy Bekas 2023 Terjun Bebas? Cek Pasaran April 2026, Ada yang Rp400 Jutaan!
"Kalau waktunya mengajar papa dijemput mobil Universitas Darma Cendika," tambah Ina. Itu adalah universitas Katolik di Surabaya Timur.
Sebenarnya saya ingin ke rumahnya. Tapi saya sedang di kota lain. Padahal perbaikan tulisan harus segera dilakukan. "Kalau lewat telepon mungkin sulit. Pendengaran papa sudah menurun," ujar Ina.
Tentu saya masih ingat mengapa Prof Johan Silas mendapat Agha Khan Award: ia pencetus KIP –Kampung Improvement Program. Terkenal di Surabaya pada zamannya. Sampai mendapat bantuan Bank Dunia. Selama lebih 10 tahun. Itu mirip dengan proyek M.H.Thamrin di zaman Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.
Dua rumah susun pertama di Surabaya adalah karyanya. Yakni rumah susun yang mengakomodasikan sistem kehidupan orang kampung. Koridor antar petak rumah dibuat lebar: 3 meter. Itu mirip kehidupan di gang kampung asal di situ.
Kalau malam penghuni rumah susun duduk-duduk cangkruan di koridor yang lebar itu. Rumah mereka hanya 3 x 6 meter tapi koridor depan rumah itu lapang.
Lalu di setiap lantainya disediakan kamar mandi dan toilet bersama.
Kini gaya rumah susun seperti itu tidak ada lagi. Tidak diteruskan. "Rumah susun sekarang menggunakan standar Kementerian Pekerjaan Umum," ujar Dr Ir Nita yang sejak dulu tergabung di tim Kampung Kita yang didirikan Prof Johan Silas.
Saya sendiri heran: mengapa mengira Prof Johan Silas sudah almarhum. Berarti begitu lama kami tidak bertemu. Mungkin juga karena Kresnayana Yahya sudah meninggal. Keduanya tokoh ITS yang jadi media darling: yang satu di bidang urban planning, satunya bidang statistik.
BACA JUGA:Review Mobil Voxy 2026: MPV Premium Rasa Sultan, Ini Detail Lengkap yang Jarang Dibahas!
Di ITS sendiri Prof Johan Silas dikenal sebagai salah satu pendiri jurusan arsitektur.
Menganggap Prof Johan sudah almarhum jelas itu bukan ''balas dendam'': sudah tiga kali saya dikabarkan meninggal. Dan saya tidak peduli.