Kang Dasep
Kang Dasep--Tomy/Pagaralampos
Tapi kondisi badannya sangat sehat. Selama di "dalam" ia olahraga dan olah jiwa. Olahraganya main pingpong. Lawan main tangguhnya: Benny Tjokro –waktu muda Bentjok pernah juara pingpong di kota kelahirannya, Solo.
"Hanya saya yang pernah mengalahkannya," ujar Kang Dasep.
Olah jiwanya: menghafal Quran. Sebagai sarjana teknik mesin ITB, ia menemukan teknik menghafal Quran: dimulai berdasarkan urutan turunnya wahyu.
BACA JUGA:iQOO Z11x Resmi Meluncur: HP Baterai 6.500 mAh Paling Tipis, Harga Cuma 3 Jutaan!
Selama menghafal Quran itu Kang Dasep juga menemukan bentuk kalimat dalam Quran. Ada satu kalimat yang utuh. Umumnya di juz Amma. Ada satu kalimat yang dipenggal dua. Misalnya di surah Al Zalzalah. Lalu satu kalimat dipenggal tiga. Misalnya di surah Tabaroq.
Teknik lain: mengulangi bacaan yang sama sampai 40 kali. Sampai bibir seolah reflek ketika mengulanginya. Tentu, katanya, harus mengerti makna yang dihafalkannya itu. Lalu diresapi. Sampai membuat air mata berlinang. Ia sendiri sering mengalaminya.
Dasep lahir di desa Cik Mas, Sukabumi paling selatan. Dekat pantai. Pelosok sekali. Ibunya guru madrasah. Ayahnya: kepala sekolah merangkap pedagang.
Desa itu disebut Cik Mas karena sungainya mengandung pasir emas. Banyak penduduk desa mencari emas di sungai. Itulah sungai yang di hulunya sana disebut Cikotok –tambang emas di Jabar.
Di ''dalam'', Kang Dasep dipanggil ustad. Ia sering jadi imam salat. Juga menjadi pengajar tafsir.
Saya tidak tahu bagaimana ia menafsirkan ketika Senin itu ia saya ajak naik mobil listrik BYD ke studio podcast IDN Times di Menara Global Jakarta.