Kang Dasep

Kang Dasep--Tomy/Pagaralampos

Kang Dasep dengan mobil listrik ciptaannya, Ahmadi.--

Namanya juga uji coba. Uji coba generasi pertama pula. Masih banyak kekurangannya.

BACA JUGA:Isuzu Panther Mini 2026, Kebangkitan 'Raja Diesel' Siap Tantang MPV Populer

Saya pun dapat kesempatan mencoba mengemudikannya. Terlalu berspekulasi. Berangkat: dari bengkel Ahmadi di Depok. Tujuan akhir: gedung BPPT di Jalan Thamrin Jakarta.

Saya sudah diberi tahu mungkin saja baterainya tidak cukup untuk menempuh jarak itu. Tapi saya sudah siap kehabisan baterai di tengah jalan. Justru itulah perlunya uji coba beneran.

Sebagai mobil, saya tidak mengalami kesulitan sama sekali mengemudikannya. Tapi saya memang selalu waswas: di mana akan kehabisan baterai. Ternyata di Jalan Sudirman, Jakarta. Tinggal satu atau dua kilometer dari gedung BPPT.

Kalau saja penumpang mobil itu hanya saya dan Kang Dasep pastilah bisa sampai ke tujuan. Tapi hari itu mobil diisi empat orang. Yang dua orang sangat gendut pula.

BACA JUGA:Review Redmi K70 Maret 2026: Layar 2K dan Fast Charging 120W, Masih Worth It Dibeli Sekarang?

Tapi itulah uji coba. Itulah penelitian. Kang Dasep bisa belajar dari kekurangan selama uji coba.

Yang berbeda dengan uji coba BYD: Kang Dasep tidak mendapat cukup waktu untuk menyempurnakan hasil uji cobanya. Yang ia dapatkan: masalah. Harus berurusan dengan hukum. Pun saya.

BYD tidak mengalami apa yang dialami Kang Dasep. Sepuluh tahun kemudian BYD menguasai mobil listrik dunia. Pun kelak, di awal tahun 2026, menguasai penjualan mobil listrik di Indonesia.

Tentu, seandainya pun Kang Dasep tidak terkena masalah, belum tentu mobil listrik Ahmadi berhasil berkembang seperti BYD. Tapi setidaknya tidak dipaksa layu sebelum berkembang.

BACA JUGA:iQOO Z11x Resmi Meluncur: HP Baterai 6.500 mAh Paling Tipis, Harga Cuma 3 Jutaan!

Senin kemarin saya bertemu Kang Dasep –setelah lebih 10 tahun tidak baku dapa.

Saya sudah 76 tahun, Kang Dasep sudah 60 tahun.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan