Pulang Kotor

Pulang Kotor--Tomy/Pagaralampos

Pulang Kotor

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Akhirnya saya bisa berlebaran bersama keluarga: berkat Lebarannya mundur ke tanggal 21 Maret.

Padahal cucu-cucu sudah telanjur siap tanpa kakek –toh yang tukang bagi amplop adalah nenek mereka.

Padahal hari Kamis saya sudah kontak beberapa teman: ingin ikut salat Idulfitri di tempat mereka.

BACA JUGA:Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Lembaga SAI Beri Pernyataan Tegas Begini

Pilihan pertama di Jagat Ars, dekat BSD Serpong. Pengasuh pesantren itu mantan pemimpin redaksi Harian Rakyat Merdeka: Dr Budi Rahman Hakim.

"Sejak puasa, pesantren Jagat libur," jawabnya. "Saya sendiri Lebaran di Sirna Rasa," tambahnya.

Sirna Rasa adalah pesantren dan padepokan di Ciamis, Jabar. Dekat danau Panjalu. Di situlah mursyid tarekat Nahsabandiyah Qadiriyah bermukim: Abah Aos. Beberapa kali saya ke sana. BRH adalah wakil mursyid tarekat itu.

Lalu saya ganti pilih Lebaran di pesantren DQ. Saya tidak hubungi pemiliknya. Saya ingin datang tanpa kabar. Akan jadi jamaah biasa seperti pada umumnya.

BACA JUGA:FIFA Resmi Umumkan Ranking FIFA Timnas Indonesia Melesat, Malaysia Merosot Tajam!

Kamis sore saya dapat WA dari pemilik Darul Quran: "sejak menjelang puasa pesantren libur," katanya. Saya lupa: semua pesantren libur di bulan puasa.

Tapi kenapa ia tahu saya akan ke DQ? Rupanya tamu di lobi hotel itu mendengar pembicaraan telepon saya dengan istri. Istri bertanya di mana hari Jumat akan salat Idulfitri –saya jawab di Darul Quran. Rupanya ia membocorkan "rahasia" itu.

Anda sudah tahu siapa pemilik Darul Quran: Ustaz Yusuf Mansyur. Benar. Ustaz YM diberitahu seseorang yang sedang berurusan di hotel itu. Ia seorang pengurus masjid yang sedang mencari kamar untuk tamunya dari Makkah. Sang tamu akan jadi pengkutbah di salat Idulfitri di masjidnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan