Singapura Gagal
Singapura Gagal--Tomy/Pagaralampos
Bank Ningbo. Ternyata memang milik Sinar Mas.
Minggu lalu, 30 tahun kemudian, saya ke Suzhou. Kali ini bermalam. Di Shangri-La Hotel. Dari kamar saya yang di lantai 26 pun puncak gedung tinggi di sebelah hotel tidak tampak.
BACA JUGA:BPBD Dan Polsek Bergerak Cepat
Pun gedung di sebelahnya lagi. Ini hutan gedung penuding langit. Saya bisa melihat mal agak di bawah sana.
Mumpung bermalam di Suzhou saya ingin bernostalgia: seperti apa Singapura II sekarang. Sudah semaju apa.
"Apakah saya bisa diantar ke Singapura II?" pinta saya ke teman di sana.
"Singapura II?"
"Iya. Kawasan industri. Mungkin agak di luar kota," jawab saya.
Ia tidak segera nyambung: Apa itu Singapura II. Ternyata 30 tahun yang lalu ia baru berusialima tahun. Ia begitu sulit mencerna permintaan saya itu.
BACA JUGA: SE Menteri jadi Berkah Kepala Daerah
Ia pun sibuk bertanya ke sana-kemari. Dengan tertawa ia lantas lari ke arah saya.
"Hotel tempat bapak tinggal ini berada di tengah-tengah Singapura II," katanya.
Saya pun ikut tertawa lebar. Hahaha-nya panjang.
Tidak menyangka kawasan industri megah itu sudah jadi kota besar yang amat modern. Tidak ada lagi pabrik di sekitar hotel ini. Yang ada gedung-gedung penuding langit. Semua dengan arsitektur modern. Saya seperti terpaku di lantai granit.
"Kalau begitu di mana letak gerbang besar bersinga itu?"