Singapura Gagal
Singapura Gagal--Tomy/Pagaralampos
BACA JUGA:Bukan Sekadar Laptop Kantoran, Ini Alasan ASUS Vivobook 14 Jadi Favorit Mahasiswa di 2026!
Saya tidak punya waktu memikirkan jawabnya. Harus kembali ke hotel. Acara berikutnya sudah menanti.
Ternyata proyek Singapura II itu dianggap gagal –oleh kedua belah pihak. Tiongkok kecewa karena Singapura menjual lahan kawasan industri itu terlalu mahal. Itu dianggap tidak bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Suzhou.
Kekecewaan itu diwujudkan dalam tindakan nyata: Pemda Suzhou membangun kawasan industri sendiri. Lebih besar. Lebih murah. Lokasinya? Jangan kaget: persis di sebelah Singapura II. Sama modernnya. Sama infrastrukturnya. Sama lebar-lebar jalannya.
Seberapa lebih murah dari Singapura II? Separo harga.
BACA JUGA:Resep Tenggiri Balado yang Pedas Gurih dan Bikin Nagih, Rahasia Masakan Rumahan yang Selalu Ludes!
Singapura pun protes ke pemerintah. Sampai ke pemerintah pusat. Jawab yang di pusat: itu urusan pemerintah daerah.
Akhirnya Singapura menyerah. Saham mayoritasnya dijual ke Suzhou. Singapura tinggal minoritas. Lalu pemegang saham mayoritas melebur Singapura II ke Suzhou Industrial Estate.
Nama Singapura pun tenggelam. Pun gerbang dan patung besar Merlionnya