BPBD Dan Polsek Bergerak Cepat
Longsor di Tikungan Dambit Liku Lematang Indah--Edo/Pagaralampos
KORANPAGARALAMPOS.COM - Hujan yang mengguyur wilayah Kota Pagar Alam memicu terjadinya tanah longsor yang bercampur bebatuan di kawasan Tikungan Dambit, Liku Lematang Indah, Kecamatan Dempo Selatan, Kamis malam (12/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Peristiwa ini sempat membuat akses jalan terganggu dan arus lalu lintas terhambat.
Material longsor berupa tanah dan batu besar menutupi sebagian badan jalan sehingga kendaraan yang melintas harus memperlambat laju bahkan sempat tertahan.
Jalur tersebut diketahui merupakan salah satu akses penting menuju Kota Pagar Alam.
BACA JUGA: SE Menteri jadi Berkah Kepala Daerah
Mendapat laporan dari pihak kepolisian, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagar Alam bersama Polres, Polsek Dempo Selatan, serta Dinas PUPR langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Kepala BPBD Kota Pagar Alam, Jon Hasman SIP MM, membenarkan terjadinya longsor tersebut.
Ia mengatakan saat kejadian dirinya bersama sejumlah pihak masih berada di kawasan Gunung Gare untuk menghadiri penutupan Safari Ramadan.
“Memang benar telah terjadi tanah longsor bercampur bebatuan pada Kamis malam sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu kami masih berada di Gunung Gare menghadiri penutupan Safari Ramadan.
BACA JUGA:Sang Legenda Kembali! Toyota Kijang LGX 2026 Resmi Meluncur, Intip Wajah Modern Si Kapsul
Setelah mendapat informasi dari Polsek Dempo Selatan, tim BPBD bersama PUPR langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Jon Hasman.
Upaya penanganan dilakukan dengan cepat agar jalur tersebut tidak terlalu lama tertutup. Berkat kerja sama berbagai pihak, material longsor yang menutupi jalan berhasil dibersihkan sebagian sehingga arus lalu lintas kembali bisa berjalan.
“Sekitar pukul 23.00 WIB jalan tersebut sudah dapat dilalui kendaraan, namun masih diberlakukan satu jalur karena kondisi di lapangan masih berpotensi terjadi longsor susulan,” jelasnya.
Untuk menghindari risiko yang lebih besar, proses evakuasi material longsor sementara dihentikan pada malam hari mengingat kondisi tebing di sekitar lokasi masih rawan runtuh.