Imlek Banteng

Imlek Banteng oleh Dahlan Iskan--Tomy/Pagaralampos

Imlek Banteng

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - SAYA buka seluruh kancing baju. Saya bergegas ikut duduk di atas rumput –sebelum wanita itu berdiri untuk menyalami kedatangan saya.

Beberapa orang di sebelahnyi sudah terlihat mulai berdiri. Saya tidak mau wanita itu bersusah berdiri. Lebih baik saya segera ikut duduk di rumput –sama-sama lesehan di situ. Toh rumputnya tebal. Rata. Bersih. Enak juga duduk di atasnya.

Menghadap panggung. Ada pertunjukan di panggung malam itu –lagi menampilkan band mahasiswa ITB.

BACA JUGA:Rekomendasi Motor Trail Terbaik di Indonesia 2026, Dari Pemula hingga Profesional Off-Road, Ini Motornya!

Wanita itu muda. Bukan wanita biasa. Dia wakil menteri. Tapi tidak seperti pejabat pada umumnya. Dia hanya pakai kaus. Celana jeans. Khas gaya anak muda masa kini.

Dia wakil menteri ekonomi kreatif: Irene Umar. Buddha. Vegetarian. Summa Cum Laude. Pernah di banyak negara sebagai eksekutif Standard Chartered Bank.

Saya duduk agak jauh dari Irene, satu-satunya anggota kabinet yang beragama Buddha itu. Dia adalah ketua panitia Imlek Nasional di Lapangan Banteng ini.

Saya sendiri datang terlambat. Saya harus lebih dulu hadir di acara Imlek yang lain: di studio pusat Metro TV. Di acara inilah teman-teman tokoh Tionghoa bertanya: apakah saya sudah ke Lapangan Banteng. Ketika saya berterus terang ''belum'' mereka menyesalkan.

"Harus ke sana," kata Gandi Sulistiyanto Suherman, petinggi Sinar Mas yang juga mantan duta besar RI untuk Korea Selatan itu.

"Harus," ujar Wani Sabu, vice president Bank BCA dan GM Djarum yang duduk di sebelah saya.

BACA JUGA:Divonis 15 Tahun Penjara

Tomy Suryopratomo, komisaris Metro TV yang baru mengakhiri tugas sebagai dubes di Singapura juga hadir di situ.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan