Imlek Banteng

Imlek Banteng oleh Dahlan Iskan--Tomy/Pagaralampos

Aneh, pikir saya. Acara Imlek Nasional kok di Lapangan Banteng. Biasanya kan di gedung berbintang dan ber-AC. Aneh. Saya pun ingin ke sana. Malam itu juga.

"Dari sini kita langsung ke Banteng," bisik Helga Abraham. "Saya panitia di sana," tambahnyi.

Helga saya tahu: dia panitia di mana-mana. Muda. Cantik. Cekatan. Biasa acaranya sukses. Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) juga sering menyerahkan acara besar ke Helga.

Maka begitu Dirut Metro TV Arief Suditomo dan pejabat Kedubes Tiongkok di Jakarta selesai berpidato, saya menengok ke Helga. Mengedipkan mata. Yang dikedipi merasa waktunya tiba.

Dia bangkit dari kursi. Saya menunggu lampu di studio diredupkan dulu. Akan ada acara tari setelah itu.

BACA JUGA:Honda Supra X 160 Belum Resmi Dirilis? Ini Fakta Terbaru Lini Motor Supra Honda Tahun 2026

Sudah begitu lama saya tidak masuk lapangan Banteng. Sesekali hanya melewatinya. Yakni kalau dari Pasar Baru. Atau kalau ke Hotel Borobudur. Tapi tidak tahu lagi seperti apa dalamnya.

Ingin sekali melihat hebatnya pedalaman Lapangan Banteng sekarang –sampai acara Imlek Nasional pun diadakan di situ. Acaranya satu minggu. Puncaknya nanti malam: dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Tentu saya punya kenangan khusus di Lapangan Banteng. Tahun 1975. Ketika Anda dan Anda belum lahir. Lapangan itu masih kumuh. Masih jadi pusat terminal bus kota Jakarta.

"Datang saja ke terminal Lapangan Banteng": ke mana pun Anda ingin ke pelosok Jakarta ada bus jurusan ke sana. Yang dominan: bus Mayasari Bhakti. Selebihnya saya lupa. Tidak ada yang ber-AC.

Kernetnya teriak-teriak sambil berdiri satu kaki di pintu bus: "Bios! Bios! Bios!" kaki satunya berayun-ayun di luar bus.

BACA JUGA:Evolusi Skutik Ikonik New Honda Scoopy 2026 Hadir dengan Mesin Lebih Bertenaga dan Desain Timeless!

Saya baru sekali itu dengar kata ''Bios''. Diteriakkan terus oleh kernet. Keras sekali. Saya tidak tahu artinya. Tapi terdengar menggoda.

Saya loncat ke dalamnya. Saya berniat dalam satu hari itu akan naik bus kota ke semua jurusannya. Bus jurusan Bios itu pasti akan balik lagi ke terminal Lapangan Banteng. Lalu pindah bus jurusan lain.

Balik lagi ke Lapangan Banteng. Naik jurusan lain lagi. Balik lagi. Makan di terminal. Minum di terminal. Salat di terminal. Ke toilet di terminal.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan