Belah Tiga
Belah Tiga --Tomy/Pagaralampos
Dulu jarak kemakmuran antara Amerika dan Asia ibarat langit dan sumur. Lama-lama jarak itu menyempit. Amerika masih terus maju tapi negara seperti Tiongkok majunya pesat. Jarak kian dekat. Bahkan Anda pun meramalkan Tiongkok akan mengalahkan Amerika.
Dengan berakhirnya globalisasi orang harus berhitung lagi: apakah Amerika bisa membuat jarak itu melebar lagi. Apakah Asia akan miskin lagi.
Tiongkok sendiri pada awalnya juga tidak mau globalisasi. Bahkan untuk masuk lembaga perdagangan dunia seperti WTO-pun tidak mau. Justru negara maju yang terus memaksa Tiongkok masuk WTO.
BACA JUGA:Yamaha Siapkan Mesin V4 untuk MotoGP 2026, Ini Spesifikasi Teknis dan Dampaknya ke Motor Massal
Negara yang paling marah oleh sikap baru Amerika itu ternyata bukan Tiongkok. Ia adalah Kanada. Tetangga terdekat Amerika sendiri.
Awalnya Kanada tidak percaya Amerika bisa berubah sikap pada Kanada. Dua negara itu sudah ibarat pinang terbelah dua yang sudah dilem lagi. Di antara dua negara itu orang dan barang saling wirawiri hampir tanpa batas.
Kanada pun masih tidak langsung percaya Amerika benar-benar berubah sikap. Kanada tidak mau terlalu bereaksi atas sikap baru Amerika. Ia tunggu kebenaran sejatinya. Delapan bulan lamanya Kanada menunggu: jangan-jangan Amerika masih bisa diajak berunding.
BACA JUGA:Suzuki Carry Minivan 2026 Hadir Lebih Nyaman , Solusi Kendaraan Serbaguna untuk Keluarga dan Usaha
Ternyata yang ditunggu tidak datang. Amerika terus melancarkan "humor" ingin menjadikan Kanada sekadar negara bagiannya yang ke-51.
Sedikit saja Kanada merespons negatif ada saja "hukuman" tambahan yang dijatuhkan Amerika ke Kanada.
Salah satu hukuman tambahan itu menggunakan alasan yang sangat sepele. Soal iklan di televisi: salah satu gubernur di Kanada pasang iklan di TV Amerika. Isinya: ucapan Presiden Amerika masa lalu, Ronald Reagan, bahwa proteksi itu antikemajuan. Kanada dianggap menggunakan mantan Presiden Amerika untuk menyerang kebijakan Presiden Amerika yang sekarang.
Setelah menanti delapan bulan akhirnya Kanada ambil kesimpulan: Amerika tidak bisa lagi diandalkan sebagai sahabat. Persahabatan lama sudah berakhir. Bahkan Kanada merasa sedang benar-benar dimusuhi Amerika.
Maka Kanada ambil jalan baru: datang ke musuh awal Amerika. Anda sudah tahu siapa dia: Tiongkok.
Jalan barunya itu sampai melupakan misi mulianya di bidang demokrasi dan hak-hak asasi manusia. Dia tidak peduli lagi Tiongkok itu komunis. Dia seperti begitu saja melupakan hubungannya yang tegang dengan Tiongkok. Termasuk melupakan dua warganya yang ditangkap di sana.