Timtim Maduro
Timtim Maduro --Tomy/Pagaralampos
Dari Udayana Efatha mengambil S-2 di Universitas Brawijaya: ilmu pertahanan. Lalu kembali ke Udayana mengambil S-3 bidang hukum. Zigzag: politik-pertahanan-hukum. Tapi memang masih saling terkait.
Ia ingin mendalami bagaimana status hukum robot dan AI di masa depan. Akankah mereka benar-benar bisa jadi manusia yang sesungguhnya. Termasuk berhak atas kewarganegaraan.
Kalau saja bisa Disway pun akan mengalami kesulitan menggunakan kata ganti untuk mereka: dia atau ia; nyi atau nya.
Efatha anak tunggal. Ayah-ibunya pensiun di Bali. Boleh dikata Efatha masih pengantin baru. Belum punya anak. Istrinya juga orang Timtim --dari kota kecil dekat perbatasan dengan NTT. Tidak jauh dari Dili.
Dia, sang istri, adalah adik semesternya di Udayana. Kini sang istri sedang menyelesaikan S-3. Juga di Udayana. Bidang hukum.
"Aneh", kata Efatha, "orang seperti imigran tidak bisa dapat kewarganegaraan, justru Sophia bisa dapat", katanya.