Timtim Maduro
Timtim Maduro --Tomy/Pagaralampos
BACA JUGA:Mitigasi Bencana Daerah Lebih Cepat
Belum sebulan lalu Efatha meraih gelar doktor. Masih sedikit umur 31 sudah menjadi doktor. Judul disertasinya: Hakekat Pengaturan Robot dan Kecerdasan Buatan di Indonesia.
Topik disertasi itu dipilih karena Efatha terusik oleh tingginya penghormatan manusia pada robot dan AI (artificial intelligence).
"Sampai ada robot yang mendapat kewarganegaraan," kata Efatha.
Anda pun sudah tahu siapa nama robot itu: Sophia. Lahir di Hong Kong. Dapat kewarganegaraan Saudi Arabia. Tahun 2017.
BACA JUGA:Pererat Hubungan Kerjasama dan Silaturrahim
Efatha lahir di Dili, Timor Leste d/h Timtim. Umur enam tahun terjadi referendum: Timtim merdeka. Pisah dari Indonesia. Efatha diajak orang tuanya pindah ke Bali.
Di Dili Efatha sudah sempat selesai TK. Di Bali ia kembali masuk TK, lalu SD, SMP dan SMA di sekolah Katolik di Denpasar: Santo Yosep. Setelah itu ia kuliah ilmu politik di Universitas Udayana.
Bahwa tulisannya begitu bagus itu karena Efatha rajin menulis. Juga banyak membaca. Sejak Efatha kecil ayahnya sudah memasok bacaan.
Termasuk berlangganan koran. Sang ayah pernah menjabat kepala Dinas Kehutanan di Timtim: Filomeno Borromeu.
BACA JUGA:Hyundai Palisade Hybrid 2026, SUV 3 Baris Mewah dengan Teknologi Hybrid Canggih
Ayahnya sempat mengajarkan bahasa Portugis ke Efatha. Sang ayah memang pernah menjadi guru bahasa Portugis sebelum Timtim bergabung ke Indonesia. Tapi Efatha mengaku belum sampai bisa berbahasa Portugis.
Dari rajinnya membaca itu Efatha merasa punya guru menulis --yang Anda sudah kenal namanya. Karena itu tulisan Efatha terasa sangat lincah. Kalimat-kalimatnya pendek. Hanya sedikit kurangnya: kurang menyelipkan sedikit humor.
Bacalah sendiri hebatnya tulisan 300 menitnya di bagian bawah tulisan saya ini. Ups jangan membacanya. Anda sudah membaca itu. Amati gaya tulisannya. Dan kedalaman isinya.
BACA JUGA:Yamaha TW200 2026 Resmi Dirilis, Motor Dual-Sport Klasik dengan Ban Lebar Ikonik