Timtim Maduro
Timtim Maduro --Tomy/Pagaralampos
Timtim Maduro
Oleh: Dahlan Iskan
KORANPAGARALAMPOS.COM - Anak muda inilah yang membuat saya tidak menulis soal ditangkapnya Presiden Nicolas Maduro. Padahal serangan kilat itu amat dramatik.
Pelakunya pasukan Amerika. Lokasinya di negaranya Maduro: di Venezuela --di ibu kotanya: Karakas.
BACA JUGA:Target Terbang Saat Puasa – Lebaran
Nama anak muda itu: Efatha Filomeno Borromeu Duarte. Ia menulis soal serangan itu dengan sangat bagusnya. Istimewa.
Saya tidak mungkin bisa menulis soal itu lebih baik dari Efatha. Dan lagi tulisan Efatha sudah beredar sangat luas. Dari WA ke WA --termasuk WA Anda dan saya.
Saya pun memberikan pujian langsung kepadanya. Ia merendah. Ia merasa terharu atas pujian saya itu. Tapi saya jujur: tulisan Efatha memang luar biasa. Judulnya Anda sudah tahu.
Agak panjang: Operasi 300 menit, Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela.
BACA JUGA: Libur Nataru Volume Sampah Meningkat 20%
Efatha baru berumur 31 tahun. Ia terlihat sangat menguasai masalah. Utamanya soal pertahanan dan persenjataan.
"Saya dosen geostrategi dan geopolitik," ujar Efatha. "Kebetulan juga mengajar terorisme dan kekerasan politik," tambahnya.
Karena itu Efatha harus mempelajari dunia persenjataan. Apalagi ia sendiri sangat senang mengamati dinamika perang.
"Master saya di bidang ilmu pertahanan," ujar Efatha. Yakni di Universitas Brawijaya, Malang.