Berpisah Istri

Berpisah Istri--Tomy/Pagaralampos

Berpisah Istri

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Saya berpisah lagi dengan istri: di Makkah. Hampir selalu begitu. Setelah menemani ibadah umrah saya harus pergi ke negara lain.

Kali ini ke negara yang dekat tapi belum pernah saya kunjungi: Yaman. Tetangga selatan Saudi Arabia.

Saya berpesan kepada anggota rombongan yang akan meneruskan menemani istri. Terutama mengenai sakitnyi. Apa yang harus diperbuat kalau penyakit itu datang padanyi.

BACA JUGA:New Honda Beat 125 NX Terbaru 2026 Resmi Terungkap! Mesin Lebih Bertenaga, Desain Makin Sporty Ditahun 2026!

Mereka masih beberapa hari lagi di Makkah. Mereka tidak panik. Terutama kalau melihat istri saya sedang menggigil hebat. Biasanya pukul empat atau lima sore.

Itu tidak ada hubungannya dengan operasi lutut. Mungkin perasaan istri mengatakan masih ada hubungannya. Tapi saya yakinkan bahwa sakit akibat operasi lututnyi sudah sembuh.

Memang selama di Makkah dan di Madinah, dia tetap pilih pakai kursi roda. Tapi itu lebih karena agar tidak kelelahan.

Tentu ada konsekuensinya. Pakai kursi roda di saat tawaf –ritual mengelilingi Kakbah tujuh kali– ada tempatnya tersendiri. Tidak bisa di dekat Kakbah. Harus di lantai dua Masjid Al Haram.

Berarti saya juga ikut tawaf di lantai dua. Sebenarnya saya ingin mendorong sendiri kursi roda itu. Tapi peraturan tidak mengizinkan. Yang mendorong harus petugas besertifikat. Saya hanya mengikuti di samping atau di belakang kursi roda.

BACA JUGA:Suzuki Satria F250 Terbaru 2026 Muncul Diam-Diam! Mesin 250cc dan Desain Makin Sangar, Siap Tantang Sport 250!

"Dari mana, Mbak?" tanya saya kepada petugas.

"Dari Lombok".

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan