Tiga Serangkai
Tiga Serangkai--Tomy/Pagaralampos
Tiga Serangkai
Oleh: Dahlan Iskan
KORANPAGARALAMPOS.COM - Pekerjaan pertamanya di hari pertama sebagai wali kota baru New York: ke lapangan. Yakni ke apartemen yang sedang dalam proses pailit.
Di situ Zohran Mamdani, sang wali kota, tegas: akan berada di pihak ribuan penyewa apartemen. Ia akan menuntut dijaminnya hak-hak penyewa, tenant. Ia menegaskan akan intervensi hukum karena pemkot punya hak untuk intervensi.
BACA JUGA:Jalur Kekeluargaan
Di situ pula Zohran mengumumkan dibentuknya dinas urusan perlindungan tenant. Lalu mengumumkan siapa yang menjabat kepala dinasnya: seorang wanita yang memang aktivis pembela hak-hak tenant.
Yakni Cea Weaver. Kulit putih. Ahli perencanaan kota. Dia sampai mengusap air mata, terharu, ketika diangkat untuk jabatan itu.
Perusahaan properti yang sedang mengajukan pailit itu: Pinnacle. Perusahaan besar. Punya 50 blok apartemen di New York. Lebih 5.000 orang menyewa apartemennya. Sebagian besar adalah sopir, pegawai kecil, pekerja toko, dan sekelas itu.
Pinnacle mengajukan pailit agar terhindar dari kewajiban bayar utang yang besar ke bank. Pinnacle mengeluh bunga bank terlalu tinggi dan sewa apartemen tidak bisa dinaikkan.
BACA JUGA:Jam Digital Sering Reset Sendiri, Penyebabnya Lebih Sederhana dari Dugaan
Apalagi Zohran kini jadi wali kota. Salah satu program unggulannya adalah membekukan tarif sewa apartemen. Tidak boleh naik terus. Sudah terlalu tinggi.
Maka prospek bisnis persewaan apartemen di New York dilihat Pinnacle sangat suram.
Di Amerika belakangan memang dikenal jenis baru penyebab inflasi: inflasi akibat kerakusan pengusaha. Harga saham harus terus naik. Dorongan ''harus terus naik'' itulah yang membuat harga-harga naik. Terjadi inflasi.
Tapi New York akan terus bergerak ke ''kiri''. Apalagi tiga pejabat inti New York semuanya beraliran sosialis kiri. Tiga Serangkai kiri.